Home / News / Parlementarial

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:42 WIB

Muara Krueng Peudada Dangkal, Wakil Ketua DPRA Yah Fud Desak Kemen KKP Segera Turun Tangan

REDAKSI - Penulis Berita

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Saifuddin Muhammad

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Saifuddin Muhammad

BIREUEN — Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Saifuddin Muhammad (yang akrab disapa Yah Fud), mendesak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk segera melakukan pengerukan dan normalisasi muara serta alur Sungai Krueng Peudada di Kabupaten Bireuen.

​Yah Fud menegaskan, pendangkalan parah yang terjadi di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Peudada tidak hanya melumpuhkan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir, tetapi juga sudah mengancam keselamatan para nelayan saat keluar masuk melaut.

“Keluhan para nelayan di TPI Peudada ini harus menjadi perhatian serius pemerintah. Mereka kesulitan keluar masuk untuk melaut karena muara dan alur Krueng Peudada mengalami pendangkalan. Saya meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan segera turun tangan melakukan pengerukan,” ujar Yah Fud, Rabu (12/8/2026).

Baca Juga :  Bupati Muharram Idris Sambut Titiek Soeharto, Tegaskan Komitmen Aceh Besar dalam Ketahanan Pangan

Dampak Bencana Hidrometeorologi

​Politisi Partai NasDem ini menjelaskan bahwa pendangkalan alur sungai tersebut merupakan dampak langsung dari bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh pada akhir tahun lalu. Material tumpukan sedimentasi yang terbawa arus deras membuat kedalaman alur sungai menyusut drastis.

​Kondisi ini berimbas langsung pada mata pencaharian warga lokal yang mayoritas bergantung penuh pada sektor kelautan.

“Nelayan adalah kelompok masyarakat yang sangat bergantung pada akses menuju laut. Kalau boat mereka tidak bisa keluar masuk dengan aman, tentu penghasilan mereka ikut terganggu,” tutur Yah Fud.

Baca Juga :  Kodam Iskandar Muda Gelar Rapat Daring Bahas Evaluasi dan Koordinasi Program Kerja

Dorong Anggaran Rehabilitasi KKP Rp1,5 Triliun Masuk Bireuen

​Menanggapi informasi mengenai rencana pengalokasian anggaran rehabilitasi sektor perikanan dari KKP sebesar Rp1,5 triliun, Yah Fud meminta agar alokasi dana tersebut direalisasikan tepat sasaran pada daerah-daerah yang terdampak bencana di Aceh.

​Ia mendesak KKP untuk memasukkan pengerukan Krueng Peudada ke dalam daftar prioritas utama nasional.

“Kami meminta Krueng Peudada ini menjadi salah satu prioritas penanganan rehabilitasi di sektor kelautan dan perikanan di Aceh. Yang kita harapkan bukan sekadar survei atau pendataan, tetapi ada langkah konkret,” tegasnya.

Baca Juga :  BUPATI ACEH TIMUR LANTIK T. REZA RIZKI SEBAGAI PJ SEKDA – "JADI PENGGERAK BIROKRASI PROFESIONAL DAN RESPONSIF!"

Kawal Aspirasi Melalui Lembaga Legislatif

​Di akhir keterangannya, Yah Fud menegaskan komitmennya untuk mengawal penuh aspirasi nelayan Peudada melalui jalur kelembagaan di DPRA. Ia juga mendorong sinergi dan koordinasi cepat antara Pemkab Bireuen, Pemerintah Aceh, dan Kemen KKP agar pengerukan dapat segera dieksekusi.

“Nelayan harus bisa kembali melaut dengan aman dan lancar. Pengerukan muara dan alur Krueng Peudada menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat nelayan di TPI Peudada,” pungkas Yah Fud.(**)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

News

Warga Perumahan Permata Puni, Galang Kebersamaan Melalui Buka Bersama.

Nasional

Kadispenad: Benar Brigjen TNI JT Jalani Penahanan di Rumah Tahanan Militer Cimanggis

Daerah

Ketum DPP PPRI Hadiri Rakorja Garda Tipikor Di Sukabumi
Seremoni penyerahan digelar di kompleks rumah sakit, Kecamatan Pegasing, Takengon, dengan nilai aset tercatat lebih dari Rp. 151 miliar, Selasa (09/09/2025).

Berita

Kunjuan Komisi V DPRA; Pemerintah Aceh Serahkan Aset 115 M RS Regional Aceh Tengah

Daerah

Bupati Bersama Forkopimda Jenguk Rohingya Di Alue Buya Pasi

News

BPSDM Aceh Sosialisasi Beasiswa Kaltim untuk Mahasiswa Korban Bencana Hidrometeorologi

News

Penerima Beasiswa Pemerintah Aceh Telah Diumumkan

Hukrim

Hati hati modus Baru Chat Asusila berujung Pemerasan, Sasar pengguna sosial media