ACEH BESAR — Ketersediaan pasokan semen di wilayah Aceh dipastikan telah kembali pulih dan berstatus aman, bahkan mengalami surplus produksi. Masyarakat diimbau untuk tidak cemas menyusul isu kelangkaan yang sempat berembus sebelumnya.
Humas PT Solusi Bangun Andalas (SBA), Faraby, menjelaskan bahwa kendala pasokan yang terjadi sekitar Juli 2026 hanya berlangsung beberapa hari. Kondisi tersebut dipicu oleh lonjakan permintaan akibat dimulainya berbagai proyek pembangunan secara serentak, yang kemudian diperparah oleh musibah banjir di 18 kabupaten/kota di Aceh.
”Memang sempat menjadi tantangan saat banjir melanda. Namun memasuki masa pemulihan, volume penjualan ritel semen wilayah Aceh kembali normal, bahkan sedikit melonjak seiring kuatnya permintaan semen kantong untuk perbaikan rumah dan infrastruktur warga,” ujar Faraby di Banda Aceh, Kamis (3/9/2026).
Guna mengantisipasi terulangnya kendala pasokan pada masa rehabilitasi dan rekonstruksi pascabanjir, PT SBA bersama pemerintah mengambil sejumlah langkah strategis:
- Optimalisasi Produksi: Memaksimalkan kapasitas operasional pabrik untuk memenuhi lonjakan permintaan pasar.
- Prioritas Distribusi: Memprioritaskan penyaluran semen hingga ke tingkat pengecer guna menjamin kestabilan harga dan ketersediaan barang.
- Pengawasan Ketat: Berkolaborasi dengan lembaga negara dan DPR RI untuk memantau rantai pasok demi mencegah praktik penimbunan maupun spekulasi harga.
Melalui langkah-langkah efisien tersebut, PT SBA memastikan alur distribusi semen dari distributor hingga ke tangan konsumen saat ini berjalan lancar dan terkendali.
Editor: Redaksi





















