Home / Daerah

Jumat, 3 Juni 2022 - 11:50 WIB

Batik Premium Hingga Batik Corona asal Pamekasan Akan Mejeng di KTT G20

REDAKSI - Penulis Berita

“Namun, selain motif batik tersebut, ada motif Corona yang juga akan diikutsertakan”

Pamekasan – Produk-produk batik terbaik dari Pamekasan, Jawa Timur akan dikirimkan untuk Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada November 2022 mendatang di Bali.

Para perajin batik asal Dusun Podhek, Desa Rangperang Daja, Kecamatan Palengaan digandeng, untuk memproduksi batik premium.

Salah satu batik yang akan dipamerkan adalah batik bermotif corona.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemkab Pamekasan, Achmad Sjaifuddin menjelaskan, perajin batik di Desa Rangperang Laok sudah terkenal dengan produk batik premium.

Per lembar batik untuk ukuran orang dewasa, dijual dengan harga mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 12 juta.

“Yang dikirim ke pameran KTT G20 mendatang adalah batik premium. Kami sudah informasikan dengan perajin,” ujar Achmad Sjaifuddin saat dihubungi melalui telpon, Jumat (3/6/2022).

Motif batik yang akan dipamerkan di antaranya motif Sekar Jagad, Matahari dan Beras Tumpah.

Motif batik tersebut sudah menjadi hak paten perajin Pamekasan.

Namun, selain motif batik tersebut, ada motif Corona yang juga akan diikutkan.

“Motif Corona ini merupakan motif baru hasil kreasi perajin. Inspirasinya diambil dari pandemi Covid-19,” terang Sjaifuddin.

Sjaifuddin mengaku, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno yang memiliki ide batik Podhek dipamerkan pada KTT G20.

Ajang pertemuan kepala-kepala negara dunia itu, membuka harapan bagi industri batik di Pamekasan lebih maju dan dikenal di dunia internasional.

Salah satu perajin batik asal Rangperang Daja, Abdul Hadi mengaku gembira dengan rencana pameran produk batik Podhek yang akan diikutkan dalam pameran KTT G20.

Hal itu membuka jalan bagi seluruh perajin batik di desanya untuk bangkit setelah pandemi Covid-19 mulai reda. Selama pandemi, penjualan batik lesu.

“Pameran KTT G20 telah membuka harapan bangkitnya batik Podhek,” tuturnya saat dihubungi lewat telpon seluler.

Perajin batik sudah menyiapkan produk terbaiknya. Bahkan ada yang mulai memproduksi motif baru, seperti motif batik Corona.

“Ada yang sudah bikin motif Corona. Inspirasinya agar corona tidak lagi menakutkan, tapi jadi karya seni yang menghasilkan uang,” ungkapnya.**

 

Sumber : KOMPAS.com

Share :

Baca Juga

Daerah

Faisal Ahmad Diminta Segera Dicopot Dari Komisaris PT CMMN – Anak Perusahaan PTN I Langsa

Daerah

Danrem 011/LW Sambangi Makodim 0111/Bireuen Dalam Rangka Kunjungan Kerja

Daerah

Farid Nyak Umar Rujuk Bang Buyong Penderita Autoimun ke RSU Meuraxa

Daerah

PAD Kota Tak Capai Target, DPRK Soroti LKPJ Walikota Banda Aceh Tahun 2022

Banda Aceh

Banda Aceh Dilanda Angin Kencang yang cukup Dahsyat

Daerah

Kadis Pendidikan Dan kebudayaan Aceh Timur Himbau Dan Pesan Kepada kepala Sekolah Rawan Banjir

Daerah

Serka Safriadi Dampingi Petugas kesehatan

Daerah

Cegah Banjir, Babinsa Posramil Peusangan Selatan Gotong Royong Bersama Masyarakat Desa Paya Crot