Home / Nasional

Rabu, 29 Juni 2022 - 00:54 WIB

Beli BBM Bersubsidi Harus Pakai Aplikasi, Jubir PKS: Negara Kok Bikin Repot Rakyat!

REDAKSI - Penulis Berita

Juru Bicara PKS Pipin Sopian

Juru Bicara PKS Pipin Sopian

Jakarta – Juru Bicara PKS, Pipin Sopian mengkritik rencana PT Pertamina yang akan mewajibkan pemilik kendaraan roda empat atau lebih untuk membeli BBM bersubsidi (solar dan pertalite) melalui aplikasi MyPertamina. Pipin menilai aturan tersebut merepotkan rakyat dan berpotensi menumbulkan masalah baru.

“Negara seharusnya hadir untuk memberikan rasa keadilan dan memudahkan rakyat, kok ini justru malah merepotkan. Era teknologi harusnya membuat semua serba simpel, ini malah dibuat ribet. Kebijakan ini harus dicabut,” ungkap Pipin dalam keterangannya,pada Rabu (29/6/2022).

Lebih lanjut Pipin mengatakan jika negara ingin melakukan pengaturan terhadap penjualan BBM bersubsidi agar tepat sasaran cukup dibuat aturan dan sanksi jelas.

“Sebenarnya peraturannya bisa dibuat simpel. Misalnya mobil cc di atas 1500 dilarang menggunakan pertalite, di bawah 1500cc boleh menggunakan pertalite. Begitu juga motor di atas 125cc dilarang, motor dibawah 125cc boleh. Asalkan aturannya jelas dan sanksi yang tegas,” lanjut Pipin.

Selain merepotkan, Pipin juga menilai penggunaan HP saat pengisian BBM di SPBU juga berisiko. “Penggunaan HP saat pengisian BBM kan sudah dilarang, itu sudah ada aturannya. Kok malah mau dibolehkan. Sama saja menjebloskan konsumen dalam bahaya,” jelas Pipin.

Terakhir, Pipin menilai aturan ini tidak adil karena tidak semua masyarakat memiliki HP dan kuota data yang memadai, serta kondisi jaringan internet yang bagus di setiap daerah.

“Tidak semua masyarakat, khususnya kalangan menengah bawah memiliki HP dan memiliki cukup kuota data sehingga membuat aturan ini tidak adil. Selain itu pemanfaatan aplikasi harus tergantung kondisi jaringan internet. Sementara, sinyal internet di daerah cenderung terbatas. Selain itu tidak semua orang memiliki perangkat handphone. Bahkan dikhawatirkan tidak semua konsumen Pertalite itu menggunakan gadget. Ini juga akan menjadi masalah baru,” paparnya.

Selain itu, menurut Pipin, tidak semua konsumen memiliki pengetahuan yang baik dengan teknologi smart phone terbaru.

“Bagi masyarakat yang sudah berumur dan pendidikan rendah bisa dipastikan akan menghadapi kesulitan ketika akan membeli bahan bakar pertalite. Selain itu, kesiapan petugas SPBU menjalankannya di lapangan karna dianggap menyulitkan dalam bertransaksi,“ paparnya.

Menurut Pipin, dengan mengontrol pembelian Pertalite, Pemerintah sepertinya ingin mengontrol untuk mulai mengurangi distribusi Pertalite ditengah-tengah masyarakat.“Artinya masyarakat didorong untuk menggunakan Pertamax yang jelas-jelas dijual dengan harga pasar,” katanya.

Politisi asal Purwakarta ini mendesak agar pemerintah mau mendengar masukan dan keluhan dari masyarakat yang menghadapi kesulitan dalam menggunakan aplikasi tersebut.(pks*)

Share :

Baca Juga

Nasional

Pemerintah Indonesia Tetapkan 1 Syawal 1444 H Jatuh pada 22 April 2023

Daerah

Ceo MBF UNI EMIRAT ARAB Group Melirik Potensi Investasi IMIA Dilokasi KEK Arun Lhokseumawe

Nasional

Update : Pasca Gempa Cianjur 327 Orang Meninggal Dunia

Nasional

Deal! Energi Mega (ENRG) Pasok Gas ke PIM dan Masuk IMIA

Nasional

Pesan Menkumham untuk Pimti Pratama : Berikan Pelayanan Terbaik kepada Masyarakat

Nasional

Kapolri Soroti Ulah Oknum Viral di Medsos : Jadikan Koreksi Untuk Lebih Baik

Nasional

Tutup Kegiatan Rakor dan Penyusunan Tarja, Sekjen Kemenkumham : Segera Tindak Lanjuti Hasil Evaluasi

Daerah

BNPB Siapkan Tenda Pengungsi Gunung Lewotobi Laki-Laki untuk Kaum Rentan