Home / Uncategorized

Jumat, 6 Januari 2023 - 00:08 WIB

Advokat Lukman Hakim SH Pertanyakan Kinerja Penyidik Polres Situbondo

REDAKSI - Penulis Berita

KSINews, Situbondo – Advokat muda Lukman Hakim SH, melabrak Mapolres Situbondo untuk memperjuangkan klien nya memperoleh keadilan hukum.

Hal ini dilakukan, lantaran ia merasa kecewa atas kinerja pelayanan oknum Aparat Penegak Hukum (APH) Polres Situbondo, yang menurutnya, ada dugaan upaya bentuk diskriminasi serta tebang pilih terhadap perkara yang sedang dijalani klien nya.

Pria kelahiran Dusun Merak Situbondo ini juga menyayangkan kebobrokan pelayanan hukum oknum APH. Pasalnya, ia mengaku tidak pernah menerima pemberitahuan SPDP dan SP2HP terkait perkembangan hukum klien nya yang statusnya sekarang telah naik ke penyidikan.

“Klien saya telah didiskriminasi. Belum diperiksa, tapi sudah ditetapkan atau status hukumnya dinaikkan ke penyidikan,” kata Lukman Hakim yang lantang berteriak di halaman Mapolres Situbondo, sembari menyobek beberapa lembar berkas kertas.

Baca Juga :  Kejari Aceh Timur Berbagi Sapi Kurban dengan Wartawan untuk Membina Kemitraan dengan Insan Media pada Idul Adha 1445 H.

“Hadapi saya!” lanjut Lukman. “Saya tidak terima klien saya yang belum diperiksa sudah dinaikkan statusnya ke tahap penyidikan. Saya mau ketemu dengan Kasatreskrim Situbondo, saya mau ketemu dengan Kanit Pidsus. Saya ingin tahu SPDP nya, saya ingin tahu SP2HP nya!” sergahnya.

Bahkan, berdasarkan perkara yang ia tangani, setidaknya ada sekitar 10 laporan pengaduan yang diduga tidak dijalankan oleh penyidik Polres. Bukti itulah yang kini menjadi analisa advokat tersebut mengatakan bahwa hukum di Polres Situbondo benar-benar bobrok.

Baca Juga :  Kapolda Aceh Irup Pemuliaan Nilai-nilai Tribrata Penyucian Pataka Polda Aceh

“Kurang lebih ada 10 laporan pengaduan yang tidak jalan, Mas. Ada yang 1 tahun, ada yang 8 bulan, ada yang 6 bulan. Bukti itulah yang kemudian menurut analisa hukum saya sebagai praktisi hukum bahwa Polres Situbondo ini benar-benar bobrok. Ini preseden buruk,” jelas Lukman ke Pada wartawan. Kamis, (05/1/23).

Lebih lanjut, ia menegaskan, “Klien saya AW dan AFT (inisial) belum diperiksa, belum di BAP, tiba-tiba perkembangan status hukum nya naik sampai ke penyidikan. Ini kan namanya siluman, Mas. Kami tidak pernah dikasih hasil gelar perkara, selain itu kami tidak pernah dikasih SP2HP,” tuturnya.

Baca Juga :  Event Milenial Sadar Wisata Pulau Banyak Sukses Digelar

Atas dasar itulah, terangnya kembali, ada dugaan tebang pilih didalam menjalankan pelayanan hukum. Kasatreskrim Polres Situbondo harus bertanggung jawab atas semuanya ini.

“Pak Kasat akan saya Dumas. Karena pertangungjawaban nya dari penyidik ke Kanit, dari Kanit ke Kasat, Jadi Kasatreskrim harus bertanggungjawab. Lusa kami akan layangkan surat kepada Divpropam Polda Jatim dan Kadivpropam Polri,” pungkasnya.

Sampai berita ini ditulis, Kasi Humas Polres Situbondo Iptu Ach Sutrisno belum dapat memberikan keterangan serta tanggapannya, meski wartawan telah mencoba mengkonfirmasi via WhatsApp sebelumnya.[red_Tan]

Editor: Dima

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Diskop UMKM Aceh: Gelar Bimtek dalam Penguatan Kafasitas Bagi Wirausaha Pemula Zona II.

Uncategorized

Kabid Humas; Polda Kalbar Gagalkan Keberangkatan Calon PMI Tujuan Malaysia, 2 Orang jadi Tersangka

Daerah

Pay Attention to the Warning Signs of Depression, Suicide Risk

Uncategorized

Peringatan HUT Abdya Ke-20 di Tunda, Sekda Abdya Sampaikan Hal Ini

Uncategorized

Pj Ketua TP PKK Aceh Bersama Pj Bupati Aceh Besar Launching Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah Tahap ke-3 di Blang Bintang

Uncategorized

Wujud Kepedulian Terhadap Generasi Muda, Babinsa Posramil Peulimbang Komsos Bersama Ketua Karang Taruna Desa

Uncategorized

Insiden Ledakan Sumur Minyak di Aceh Timur, Ketua Komisi III DPRA Ingin Qanun Migas Segera Terwujud

Uncategorized

Jaringan irigasi perpiaan Lengkap di Bangun Asal Jadi, YARA Minta Polres Bireuen Segera Periksa  Pihak Rekanan