Home / Daerah / Hukrim

Selasa, 7 Juni 2022 - 18:25 WIB

JPU Tuntut Tiga Terdawak Kasus Pembangunan Jetty Kuala Selama 7 sampai 8 Tahun

REDAKSI - Penulis Berita

Banda Aceh – Tiga terdakwa kasus korupsi pembangunan Jetty Kuala Krueng Pudeng, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar tahun anggaran 2019 dituntut tujuh hingga delapan tahun penjara. Atas perbuatan mereka, kerugian negara mencapai Rp2,3 miliar.

Tuntutan tersebut dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di ruang sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh, Senin(6/6/2022) sekitar pukul 16.00 WIB.

Plt. Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh, Ali Rasab Lubis menyebutkan, adapun ketiga terdakwa yaitu Yusri Bin Muhammad Jamil selaku Direktur PT. Bina Yusta Alzuhri, M. Zuardi Bin Mukhtaruddin Baya selaku Kuasa Pengguna Anggaran yang juga Eks Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Aceh dan Taufik Hidayat Bin Muhadi Muhammad selaku Pejabat Pelaksana Teknik Kegiatan (PPTK).

Baca Juga :  Peringati Maulid, Rumoh Tahfidz Dar El Ilmi Abdya Gelar Perlombaan Diantaranya Tahfidz Quran Juz 29 dan 30

“Terdakwa Yusri dituntut selama delapan tahun enam bulan penjara, dengan membayar denda sebesar Rp300 juta, dan subsidair enam bulan penjara, lalu terdakwa juga diharuskan membayar uang pengganti Rp2,3 miliar untuk menutupi kerugian negara,” sebutnya.

Baca Juga :  Peringati Maulid, Rumoh Tahfidz Dar El Ilmi Abdya Gelar Perlombaan Diantaranya Tahfidz Quran Juz 29 dan 30

Apabila tidak dibayar dalam jangka satu bulan, kata Ali, maka seluruh harta benda terdakwa akan dilelang dan jika tidak mencukupi, maka akan subsidair selama empat tahun tiga bulan kurungan penjara, dengan perkara nomor Reg. Pds-02/L.1.27/Ft.1/01/2022

“Sedangkan terdakwa M. Zuardi dan Taufik Hidayat, dituntut tujuh tahun enam bulan penjara, dengan membayar denda sebanyak Rp300 juta, subsidair enam bulan,” ujar Ali.

Baca Juga :  Peringati Maulid, Rumoh Tahfidz Dar El Ilmi Abdya Gelar Perlombaan Diantaranya Tahfidz Quran Juz 29 dan 30

Ia menjelaskan bahwa, ketiga terdakwa terbukti melanggar Pasal 2 Ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1999 yang diubah menjadi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, dengan perkara nomor Reg Perk: Pds-01/L.1.27/Ft.1/01/2022.

Selesai pembacaan tuntutan tersebut, penasihat hukum ketiga terdakwa meminta nota pembelaan atau pleido, dan sidang lanjutan akan dilakukan pada Selasa (7/6/2022).

Share :

Baca Juga

Daerah

Bupati Aceh Timur Pimpin Rapat Evaluasi Tim RPJM

Daerah

Babinsa Posramil Peusangan Selatan Dampingi Petani Dalam Pengoperasian Mesin Pompa Air

Daerah

Kapolda Aceh Serahkan Bantuan Semen Untuk Masjid Dan Ziarah Ke Makam Ulama Di Aceh Timur

Daerah

Pererat Tali Silaturrahmi, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Aceh Selatan Gelar Outbond

Daerah

Perkuat Ketahanan Pangan, Babinsa Koramil 04/Peudada Dampingi Warga Binaan Siapkan Lahan Kebun Semangka

Daerah

Gempa M6,2 Mengguncang Jember, Aktivitas Warga Tetap Normal

Daerah

Dirlantas Polda Aceh beri SIM gratis utk Guru Pondok Pesantren Mahyal Ulum Al – Aziziyah

Daerah

Polisi Resmikan Rumah Program Bantuan Rumah Tidak Layak Huni