Home / Daerah

Senin, 12 Desember 2022 - 18:05 WIB

Netti Herawati SE ; Tolak Ukur Moderasi Beragama

REDAKSI - Penulis Berita

Opini – Ada dua hal yang menjadi prinsip dan ciri moderasi beragama yang pada hakikatnya merupakan ajaran agama itu sendiri.

Pertama adalah adil yakni harus melihat secara adil dua kutub yang ada dan kedua adalah berimbang dalam melihat persoalan yang ada. Artinya memahami teks harus sesuai dengan konteks, memahami konteks harus sesuai dengan teks.

Agama mengajarkan kasih dan sayang serta ikhlas yang hakiki, Kemudian apa yang menjadi parameter dan tolok ukur dari moderasi beragama sehingga bisa merangkul pemahaman ekstrem kembali ke posisi moderat dengan tidak menyingkirkan, menyalahkan, ataupun mengkafir-kafirkannya?, Jawabannya adalah kemanusiaan yang memang menjadi inti dari beragama itu sendiri.

Baca Juga :  Peringatan Hari Ibu Nasional Diisi Dengan Pembinaan Daiyah Dan Majlis Taklim Se-Kabupaten Jepara

Jadi, jika ada orang yang memahami ajaran agama dan mengatasnamakan agama namun merendahkan harkat dan martabat kemanusiaan, apalagi menghilangkannya, maka ini sudah dipastikan berlebih-lebihan.

Baca Juga :  Babinsa Kodim 0320/Dumai Dampingi Petani Panen Jagung di Kelurahan Tanjung Palas

Dalam konteks Indonesia, komitmen kebangsaan harus ditegaskan kembali karena bagaimanapun juga keutuhan bangsa yang menjadi tempat umat beragama mengartikulasikan agama harus senantiasa terjaga keamanan dan kedamaiannya.

Tidak boleh atas nama agama merusak sendi-sendi kehidupan dan kedamaian berbangsa. Kedamaian dalam sebuah bangsa menjadi syarat dalam kenyamanan mengimplementasikan nilai-nilai agama.

Baca Juga :  Dugaan Perselingkuhan Istri TNI dengan Personel Polri Tidak terbukti, Kedua Belah pihak Sepakat Berdamai

Selain itu penting juga mengakomodasi ragam budaya lokal bangsa yang memiliki kekayaan khazanah dalam memahami agama. Seseorang harus senantiasa melihat budaya yang ada.

Jika pun secara prinsip ada budaya yang bertentangan dengan inti pokok ajaran agama, maka harus melakukan pendekatan persuasif. Karena agama tidak bisa dibawakan dengan cara-cara kekerasan.

Bali, 12 Desember 2022
Netti Herawati SE
( Jurnalis Bali )

Share :

Baca Juga

Daerah

Pangkostrad Resmikan Satuan Baru Jajaran Kostrad di Banten

Daerah

PKS Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Aceh Timur

Daerah

Perbaiki Saluran Pipa Air Meunasah Yang Rusak, Babinsa Posramil Peusangan Selatan Dan Bhabinkamtibmas Gotong Royong Bersama Warga

Daerah

Personil Polsek Air Besar Landak ikut Laksanakan Pengamanan Panen Raya Didesa Serimbu

Daerah

Pendayagunaan dan Optimalisasi Aset BMN, Tingkatkan PNBP Kanwil Kemenkumham Kalbar

Daerah

Dandim 0108/Agara Bersama Forkopimda Aceh Tenggara Launching Vaksinasi Dosis Ketiga Booster

Daerah

Antisipasi Meluapnya Sungai Air Besar Aipda Edy Sanfransisco pantau Pos Current Water

Daerah

Gempa M6,2 Mengguncang Aceh Singkil, Getaran Dirasakan Kuat di Empat Kabupaten