Home / Nasional / News / Pemerintah Aceh

Senin, 27 April 2026 - 20:20 WIB

Gubernur Mualem dan Dubes UEA Bentuk Tim Program Investasi di Aceh

REDAKSI - Penulis Berita

Gubernur Aceh,  (Mualem), dan Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) Abdulla Salem Al-⁹Dhaheri, sepakat membentuk tim bersama untuk program investasi, perdagangan, dan penerbangan.Kesepakatan tersebut terjadi dalam pertemuan audiensi Gubernur Acehdan Dubes UEA, Senin (27/04/2026).

Gubernur Aceh, (Mualem), dan Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) Abdulla Salem Al-⁹Dhaheri, sepakat membentuk tim bersama untuk program investasi, perdagangan, dan penerbangan.Kesepakatan tersebut terjadi dalam pertemuan audiensi Gubernur Acehdan Dubes UEA, Senin (27/04/2026).

JAKARTA – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), dan Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) Abdulla Salem Al-Dhaheri, sepakat membentuk tim bersama untuk program investasi, perdagangan, dan penerbangan. Tim ini mulai bekerja pada Mei 2026 ini.

Kesepakatan tersebut terjadi dalam pertemuan audiensi Gubernur Acehdan Dubes UEA, Senin (27/04/2026). “Ini kunjungan audiensi, sekaligus kita membuka ruang usaha untuk mereka di Aceh,” kata Mualem melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Dr Nurlis Effendi.

Pertemuan itu berlangsung di kediaman Dubes UEA yang berada di Kuningan Timur, Jakarta Selatan. Mualem didampingi staf khususnya, Dr Suraiya IT, HM Fauzan Kamil Lc MA, ⁠H Teuku Irsyadi, ⁠Iskandarsyah Bakrie Saadudin, dan Vanda Mutia.

Baca Juga :  Percepat Vaksinasi Anak, Kapolresta Mojokerto Semangati Siswa SD

Sedangkan Duta besar UEA didampingi Manejer Emirates Indonesia Majid Alfalasi, Manejer Etihad Indonesia, dan beberapa pejabat tinggi Kedutaan Besar UEA bidang investasi dan perdagangan.

Nurlis menjelaskan, bahwa dalam pertemuan tersebut Mualem memaparkan sejumlah peluang investasi untuk investor UEA. “Sektor perminyakan, gas, pertambangan, dan juga pabrik olahan minyak sawit menjadi minyak goreng,” kata Nurlis.

Selain itu, kata Nurlis, Gubernur Aceh juga menjelaskan mengenai potensi perdagangan ekspor produk pertanian Aceh ke UEA. “Tentu dalam bentuk produk olahan,” kata Nurlis. “Seperti minyak nilam dan kayu gaharu sebagai bahan baku parfum yang sering digunakan warga Arab.”

Baca Juga :  Babinsa Koramil 01/Bireuen Hadiri Acara Kenduri Blang Di Balee Kuneng Desa Lhok Awe Teungoh

Selain itu, Nurlis menambahkan, Gubernur juga memaparkan produk turunan kelapa yang banyak diminati pasar Timur Tengah (minyak kelapa, tepung kelapa, briket arang kelapa, sabut kelapa). “Selain itu, juga mengenai biomassa energi terbarukan seperti wood pelet, karbon aktif dari cangkang kelapa dan cangkang kelapa sawit untuk kebutuhan industry,” katanya.

Dubes UEA sangat menyambut baik ajakan Gubernur Aceh untuk berinvestasi dan menjalin hubungan kerjasma dagang. Emirates dan Etihad juga menyatakan keinginannya membuka kantor dan rute penerbangan dari Aceh ke UEA dengan penerbangan lanjutan ke Arab Saudi untuk jamah umroh dari Aceh dan kota lain yang transit di Aceh.

Baca Juga :  Lima Pemain Tim PON Aceh di Rekrut Oleh PERSIRAJA

Selain itu, Nurlis menambahkan, bahwa Dubes UEA akan ikut membantu Pemerintah Aceh dalam pemulihan pembangunan pasca bencana di Aceh. “Misalnya pembangunan tempat tinggal, lahan pertanian dan jalan raya,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Dubes UEA menegaskan kembali rencana investasi Mubadala Energy UEA untuk membangun fasilitas logistik shorebase untuk mendukung eksplorasi blok Andaman di Aceh. (**)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

News

Ramadhan Berbagi Berkah: Iskandar Salurkan Bantuan Sound System ke Puluhan Masjid di Aceh Timur

News

175 Calon Bintara Polri Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Tahap II Penerimaan Bintara Polri TA 2026 di Polda Aceh

News

Pangdam Iskandar Muda Ucapkan Selamat HUT Ke-32 TVRI Aceh.

News

Dibuka Presiden Jokowi, Pj Gubernur Aceh Hadiri Musrenbangnas Di Jakarta

News

Catut Nama PW IWO Aceh dan Pasang Foto Ketua PWI Aceh, Zoni diduga Lakukan Penipuan

Daerah

Jalin Komunikasi, Babinsa Posramil Kuta Blang Komsos Dengan Warga Binaan

News

Polres Aceh Tenggara Berhasil Ungkap 119 Kasus Narkoba Sepanjang Tahun 2025

Nasional

Pemerintah :Tidak Ada Ampun Bagi Perusahaan Pembakar Hutan