Home / Daerah

Sabtu, 31 Desember 2022 - 18:51 WIB

Bencana Hidrometeorologi Basah Terjang Wilayah Kendal Jawa Tengah

REDAKSI - Penulis Berita

KSINews, Jawa Tengah – Fenomena cuaca ekstrem menerjang beberapa wilayah di Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah, pada Sabtu dini hari (31/12), pukul 03.00 WIB.

BPBD setempat telah berada di wilayah kecamatan terdampak. Siang ini, sekitar pukul 12.00 WIB, genangan di beberapa titik berangsur surut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal menginformasikan sejumlah desa di 9 kecamatan terdampak banjir. Kesembilan kecamatan tersebut antara lain Kecamatan Kendal, Brangsong, Kaliwungu, Kaliwungu Selatan, Patebon, Weleri, Pegandon, Cepiring dan Rowosari.

Sebaran desa paling banyak terdampak banjir di Kecamatan Kaliwungu, sebanyak 9 desa. Tim reaksi cepat (TRC) BPBD Kabupaten Kendal masih melakukan pendataan warga terdampak banjir.

Baca Juga :  Pastikan Kelancaran Arus Lalin saat Malam Pergantian Tahun, Polisi Disiagakan di setiap Persimpangan Jalan

Tak hanyak pemukiman yang tergenang banjir, BPBD setempat menyebutkan fasilitas umum dan sarana terdampak, antara lain kantor BPBD Kabupaten Kendal, lapas, puskesmas Patebon Dua, RSUD dr. Soewondo, kompleks pendopo Kendal dan SMK Negeri 4. Ketinggian muka air banjir berkisar 30 – 150 cm. Di sektor perumahan, rumah rusak sedang 1 unit dan rusak ringan 1.

Selain banjir, wilayah Kendal juga mengalami angin kencang. Kejadian ini bersamaan saat hujan lebat menguyur Kabupaten Kendal dini hari tadi. Warga di sejumlah kecamatan merasakan kejadian tersebut, seperti di Kecamatan Rowosari, Weleri, Gemuh, Patean dan Kendal.

Baca Juga :  Tutup Akhir Tahun, Makamah Syariah Jantho Telah Mengadili 1.033 Perkara

Sementara itu, tanah longsor juga melanda satu desa, yaitu Desa Tirtomulyo, di Kecamatan Plantungan.

Bencana hidrometeorologi basah di wilayah Kendal ini mengakibatkan lebih dari 230 warganya mengungsi. Data sementara yang dihimpun BPBD setempat menyebutkan di Desa Kebonadem ada 136 warga mengungsi. Mereka tersebar di masjid Baitul Muttaqin 114 jiwa dan MTS NU Al-Hidayah 12.

Sebanyak 50 KK tercatat mengungsi di masjid Jami Baittussyukur, Desa Kumpulrejo.

Beberapa warga masih didata untuk wilayah Desa Cepiring, sedangkan 55 warga lainnya mengungsi di musola Baitul Mu’minim, Desa Brangsong.

Merespons bencana ini, BPBD dan instansi terkait lain telah mengoperasionalkan beberapa dapur umum. Sebanyak 4 dapur umum difungsikan untuk melayani warga yang mengungsi, yaitu di Desa Protomulyo (Kecamatan Kaliwungu Selatan), Kebonadem (Brangsong) dan dua lainnya Desa Karangtengah dan Sumberejo (Kecamatan Kaliwungu).

Baca Juga :  Tim Gabungan BNPB Padamkan Kebakaran Lahan di Kotawaringin Barat

Petugas BPBD juga membersihkan beberapa pohon tumbang akibat angin kencang dan pemutakhiran data dampak.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk waspada dan siap siaga mengantisipasi bahaya hidrometeorologi basah, seperti angin kencang, banjir atau pun tanah longsor.

Upaya kesiapsiagaan dapat dilakukan, seperti memotong ranting pohon di sekitar rumah atau pun ruang publik, membersihkan saluran air atau pun pemantauan informasi cuaca dari lembaga pemerintah.[]

Editor: DIMA-ATIN

Share :

Baca Juga

Daerah

Tim Opsnal Gabungan Polres Amankan Pelaku Pembakaran Gudang Pupuk

Aceh Besar

Sekda Aceh Besar Pantau Pengamanan Jelang Pendaftaran Bacalon Kepala Daerah

Daerah

79 Warga Binaan Lapas Perempuan Kelas 2 Pontianak Hatam Al Qur’an Dalam Waktu Singkat

Daerah

Kodim 0111/Bireuen Laksanakan Upacara Mingguan

Daerah

Polisi di Bener Meriah Kembali Tangkap Agen Chip Domino

Daerah

Sepanjang 2022, Satlantas Polres Sambas Ungkap Angka Kecelakaan di Sambas Meningkat

Daerah

Bupati, Peserta 23 Kabupaten – Kota Ikuti MTR XXI Di Bireuen

Daerah

Apel Akbar GAM Wilayah Batee Iliek, Tgk Darwis Jeunieb: Ribuan GAM Bireuen masih satu komando