Home / Advertorial

Selasa, 2 April 2024 - 22:56 WIB

Peran Arsip Sebagai Koleksi Kolektif Bangsa

REDAKSI - Penulis Berita

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, Dr Edi Yandra S.STP, M.SP berama staf.(Foto dok DPKA)

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, Dr Edi Yandra S.STP, M.SP berama staf.(Foto dok DPKA)

KSINews, Banda Aceh | Lika-liku perjalanan sebuah negara dapat tercatat dengan baik dalam arsip sebagai informasi aktual atas peristiwa penting yang telah dilalui. Dimana arsip negara merupakan memori kolektif yang berperan sebagai identitas dan jati diri bangsa.

“Sebagai memori kolektif, arsip merupakan endapan informasi bangsa yang mengandung nilai-nilai mendasar bagi pendidikan karakter, jati diri bangsa, serta berperan dalam menumbuhkan jiwa nasionalisme,” jelas Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, Dr Edi Yandra S.STP, M.SP, Senin (02/04/2024).

Kata Edy, arsip juga berperan sebagai pertanggungjawaban nasional atas perencanaan, pelaksanaan, dan penyelenggaraan pemerintahan.

Arsip, sebagai warisan dokumenter perjalanan sebuah bangsa dan negara juga berfungsi sebagai ingatan dunia yang perlu dilestarikan.

Baca Juga :  Syahdu, Gerimis Iringi Malam Terakhir Pekan Tari Gunongan

Sebagai khazanah sejarah bangsa, arsip memainkan peran yang strategis untuk terus dapat menjaga identitas bangsa Indonesia bagi generasi yang akan datang.

Melalui Pekan Memori Dunia: Memory of World, memori kolektif bangsa dapat didiseminasikan dengan baik. Pada tahun ini, ANRI mengusung Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Non-Blok dan pidato Presiden Soekarno di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 30 September 1960 dengan judul To Build the World a New sebagai ingatan kolektif dunia atau memory of the world.

Baca Juga :  Keindahan Mon Ceunong, Syurga Tersembunyi di Indrapuri
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, Dr Edi Yandra S.STP, M.SP

Atas hal tersebut menurut Dr Edi Yandra S.STP, M.SP, pihaknya saat ini terus aktif menelusuri arsip – arsip terkait Aceh yang masih tercecer dan berada ditangan individu – individu.

Di mana, pihaknya berencana arsip – arsip terkait secara Aceh akan dijadikan sebagai bahan diorama arsip Aceh selain untuk penyelamatan juga sebagai bahan pembelajaran untuk generasi akan datang.

“Arsip – arsip sejarah Aceh itu nilainya sangat berharga, dimana Aceh telah melalui tahapan – tahapan sejarah, mulai dari Kemajuan Kerajaan Aceh, Masa Penjajahan, Konflik Aceh, hingga Tsunami, hingga arsip -arsip Aceh sering kali jadi buruan para peneliti karena nilai – nilai sangat penting,” ujarnya.

Baca Juga :  DPKA Bawa Misi Literasi dan Sadar Arsip saat Safari Ramadhan

Selain itu juga pihaknya telah mengajukan bebrapa Arsip Sejarah Aceh sebagai Memory Of the world, seperti Arsip Hikayat Aceh yang telah diajukan pada tahun 2022, dan Arsip Radio Rimba Raya yang diajukan pada tahun 2023 lalu.

Selain itu arsip juga merupakan bahan bukti ontektik suatu perkembangan negara maupun daerah, oleh karena itu Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh terus melaksanakan kegiatan penyelamatan arsip dan akusisi arsip – arsip yang ada di Satuan Kerja Pemerintah Aceh.(***)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Mengetaskan Kemiskinan di Aceh Melalui Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial

Advertorial

Kadisbudpar Aceh Ajak Wisatawan ke Subulussalam, Ada Event Pekan Budaya dan Tradisi Barsela

Advertorial

Wisata di Aceh Singkil Curi Perhatian

Advertorial

Perkumpulan Wartawan Online Magelang Raya Rayakan HUT Ke-4 PWOIN

Advertorial

Kopi Kenangan Mendapat Suntikan Pendanaan Seri C

Advertorial

Desa Wisata Iboih dan Aneuk Laot Masuk 75 Besar Dari 4573 Desa Peserta ADWI di Seluruh Indonesia

Advertorial

Scooterist dari Berbagai Daerah akan Ramaikan Aceh Vespa Festival 2022

Advertorial

Pangdam I/BB Bersama Menkumham RI Keliling Naik Sepeda Dari Pesanggarahan Sola Gratia Ke Pesanggarahan Sola Gratia