Banda Aceh – Dengan semangat kebersamaan dan harapan yang tinggi, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Banda Aceh telah menerbitkan Seruan Bersama untuk menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Seruan ini ditujukan kepada seluruh elemen masyarakat Kota Banda Aceh, mengajak untuk menjalankan ibadah dengan khidmat, menjaga ketertiban, keamanan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai syariat Islam yang luhur selama bulan Ramadan yang penuh berkah.
Seruan yang penuh makna ini ditandatangani oleh para tokoh penting Forkopimda, termasuk Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah, pimpinan DPRK, Kapolresta, Dandim, Kepala Kejaksaan Negeri, Ketua Mahkamah Syar’iyah, Ketua Pengadilan Negeri, serta Ketua MPU Kota Banda Aceh.
Kehadiran tanda tangan dari para pemimpin ini mencerminkan komitmen bersama untuk menciptakan suasana Ramadan yang kondusif, aman, dan penuh dengan keberkahan di seluruh penjuru kota.
Wali Kota Illiza dengan hangat mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum yang tepat untuk memperkuat keimanan, meningkatkan kepedulian sosial, serta mempererat tali persaudaraan dan persatuan di antara seluruh warga Kota Banda Aceh.
“Ramadan adalah bulan yang penuh dengan limpahan berkah dan ampunan dari Allah SWT.
Mari kita isi hari-hari Ramadan dengan ibadah yang terbaik, serta bersama-sama menjaga suasana kota agar tetap kondusif, aman, dan religius, sehingga setiap warga dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan tenang,” ajaknya dengan senyum tulus.
Beliau juga menekankan betapa pentingnya partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kekhusyukan ibadah, termasuk dengan menghormati setiap ketentuan yang telah disepakati bersama.
Kami mengajak seluruh masyarakat untuk melaksanakan seruan ini dengan penuh kesadaran, keikhlasan, dan tanggung jawab, demi terwujudnya Banda Aceh sebagai kota madani yang diridhai Allah SWT.
Dalam seruan tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah seperti puasa, sahur, berbuka, salat tarawih berjamaah, tadarus Al-Qur’an, menunaikan zakat, serta meningkatkan infak dan sedekah.
Masyarakat juga didorong menyantuni anak yatim dan fakir miskin serta memperdalam ilmu agama.(**)
Editor: Redaksi




















