BANDA ACEH – Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan dan meninggalkan jejak sejarah, sebanyak 30 batang pohon ditanam di Hutan Kota Tibang.
Kegiatan ini merupakan bagian integral dari rangkaian Rapat Kerja Komwil I APEKSI 2026 yang berlangsung di Kota Banda Aceh, 20-22 April 2026.
Penanaman pohon yang dilakukan pada Selasa (21/04/2026) ini diikuti oleh 21 peserta Raker APEKSI. Berbagai jenis pohan produktif dan bernilai tinggi ditanam, antara lain pohon mangga, jambu Jamaika, rambutan, serta jenis lainnya yang diharapkan dapat tumbuh subur dan bermanfaat jangka panjang.
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, yang turut serta dalam kegiatan tersebut menuturkan bahwa setiap pohon yang ditanam menjadi simbol kenang-kenangan dan bukti sejarah terselenggaranya pertemuan besar para pemimpin kota di Banda Aceh.
“Penanaman pohon ini bukan sekadar seremonial, melainkan menjadi pengingat dan tanda mata bahwa pernah ada Raker Komwil I APEKSI yang dilaksanakan di sini. Nantinya, ini akan menjadi catatan sejarah yang indah bagi kita semua,” ujar Maigus Nasir.
Lebih jauh, ia berharap upaya pelestarian alam ini membawa berkah.
“Mudah-mudahan pohon ini kelak dapat menjaga keseimbangan alam, memberikan manfaat nyata, serta membawa keberkahan bagi masyarakat luas dan kita semua,” tambahnya dengan penuh harap.
Sementara itu, tuan rumah acara, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menekankan makna filosofis dari setiap bibit yang ditanam.
“Dengan menanam satu batang pohon, berarti kita telah melahirkan satu kehidupan baru.
Semoga apa yang kita tanam hari ini dapat tumbuh besar, rindang, dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang,” tutur Illiza dengan penuh makna.
Kegiatan ini menjadi bukti kuat bahwa para pemimpin daerah tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga sangat peduli pada kelestarian lingkungan demi masa depan yang lebih hijau dan sejahtera.(**)
Editor: Redaksi





















