Home / Banda Aceh / News / Pemko Banda Aceh

Kamis, 23 April 2026 - 21:30 WIB

Dukung Ekonomi Lokal, ILO dan Pemko Banda Aceh Gelar Pelatihan Pembuatan Parfum

REDAKSI - Penulis Berita

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, secara resmi membuka kegiatan pelatihan pembuatan parfum bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Hotel Hermes Palace, Kamis (23/4/2026).

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, secara resmi membuka kegiatan pelatihan pembuatan parfum bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Hotel Hermes Palace, Kamis (23/4/2026).

BANDA ACEH – Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh terus bergerak mewujudkan visi menjadikan daerahnya sebagai “Kota Parfum Indonesia”.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, secara resmi membuka kegiatan pelatihan pembuatan parfum bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Hotel Hermes Palace, Kamis (23/4/2026).

Kegiatan ini merupakan kolaborasi strategis antara Pemko Banda Aceh dengan Organisasi Buruh Internasional (ILO). Langkah ini diambil untuk memperkuat ekosistem ekonomi lokal dengan memanfaatkan komoditas unggulan daerah, yaitu minyak nilam.

Baca Juga :  Plt Kadisdikbud Aceh Besar Buka Manasik Haji Cilik, Tanamkan Nilai Religi Sejak Dini

Dalam sambutannya, Illiza menegaskan bahwa Aceh memiliki sejarah panjang dan reputasi dunia sebagai penghasil minyak nilam terbaik. Potensi ini kini dioptimalkan menjadi basis industri kreatif dan modern.

“Aceh dikenal sebagai salah satu penghasil minyak Nilam terbaik dunia. Nilam sebagai tanaman aromatik ini telah tumbuh selama berabad-abad di perbukitan Aceh dan kini menjadi salah satu bahan kunci dalam industri parfum dunia,” ujar Illiza.

Sebelum pelatihan digelar, pada hari yang sama juga telah dilakukan penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemko Banda Aceh dan ILO di Pendopo Wali Kota.

Baca Juga :  Kepala Staf Kepresidenan RI Mengapresiasi Polri atas Pembangunan Huntap di Aceh Tamiang

Penandatanganan ini menjadi landasan kuat kerja sama kedua belah pihak ke depannya.

Sementara itu, Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste, Simrin Singh, menyampaikan bahwa kolaborasi ini bertujuan memberikan akses yang lebih luas bagi para pelaku usaha, khususnya pengrajin dan petani nilam.

“Dukungan kolaborasi ini guna memastikan UMKM, termasuk pelaku usaha Nilam memiliki akses yang lebih besar, baik dalam membangun ekosistem rantai nilai yang inklusif, produktif, dan mampu menciptakan lapangan kerja,” jelasnya.

Baca Juga :  Komitmen Kemanusiaan Negara Terhadap Pengungsi Internasional

Banda Aceh dipilih sebagai lokasi strategis program ini atas dasar komitmen kuat dari pemerintah dan antusiasme masyarakat.

Simrin Singh berharap program ini mampu mengangkat produk lokal agar tidak hanya dikenal di tingkat nasional, tetapi juga mampu bersaing di kancah internasional.

“Program ini diharapkan mampu membangun Banda Aceh menjadi kota yang memiliki sektor unggulan produk lokal yang mampu bersaing di pasar nasional juga internasional,” tutupnya.(**)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

News

Disperpusip Aceh Besar Gelar Bimtek Membaca Nyaring

Hukrim

Pemerintah Segerakan Ratifikasi Perjanjian Ekstradisi RI-Singapura

Banda Aceh

Siaga Bencana, Pangdam Iskandar Muda cek kesiapan Batalyon Komposit PRCPB

Aceh Besar

Pastikan Stok Pupuk Pasca Banjir, Bupati Aceh Besar Tinjau Gudang PIM di Blang Bintang

Hukrim

Tim Batman Polsek Baiturrahman Tangkap Nasrul, Pelaku Pencurian Yang Viral di Media Sosial

Aceh

Komisi I DPRA Gelar RDPU Raqan Ketertiban Umum Ketenteraman dan Perlindungan Masyarakat

Daerah

Pemerintah Jamin Pasokan Minyak Goreng Aman

Banda Aceh

Pangdam IM ikuti acara peluncuran Gerakan Pangan Murah Serentak se-Indonesia di Polda Aceh