Home / News / Wali Nanggroe Aceh

Sabtu, 9 Mei 2026 - 23:05 WIB

Wali Nanggroe Aceh Kukuhkan Pengurus MAA Masa Bakti 2026-2031, Tekankan Peran Strategis Adat dalam Kehidupan Masyarakat

REDAKSI - Penulis Berita

Teungku Malik Mahmud Al Haytar mengukuhkan pengurus Majelis Adat Aceh (MAA) masa bakti 2026-2031. Prosesi pengukuhan berlangsung di Pendopo Wali Nanggroe, Sabtu (9/5/2026).

Teungku Malik Mahmud Al Haytar mengukuhkan pengurus Majelis Adat Aceh (MAA) masa bakti 2026-2031. Prosesi pengukuhan berlangsung di Pendopo Wali Nanggroe, Sabtu (9/5/2026).

Banda Aceh – Wali Nanggroe Aceh, Teungku Malik Mahmud Al Haytar mengukuhkan pengurus Majelis Adat Aceh (MAA) masa bakti 2026-2031. Prosesi pengukuhan berlangsung di Pendopo Wali Nanggroe, Sabtu (9/5/2026).

Dalam sambutannya, Wali Nanggroe menyebut amanah yang diberikan kepada pengurus baru bukan sekadar jabatan organisasi, melainkan tanggung jawab besar untuk menjaga marwah adat Aceh sebagai warisan leluhur.

“Amanah ini bukan sekadar jabatan organisasi, tetapi tanggung jawab besar untuk menjaga marwah adat Aceh sebagai warisan luhur indatu kita,” ujarnya.

Baca Juga :  RSUD dr.Zainal Abidin(RSUDZA) Bersama Tim Pengampuan RSUP H Adam Malik Medan Perkuat Layanan Ibu Dan Anak

Ia menegaskan, Aceh dibangun di atas perpaduan nilai agama, adat, dan budaya yang selama ini menjadi fondasi kehidupan masyarakat. Hal itu tercermin dalam falsafah Aceh, “Adat bak Po Teumeureuhom, hukom bak Syiah Kuala,” yang menggambarkan hubungan erat antara adat dan hukum dalam kehidupan masyarakat Aceh.

Menurut Malik Mahmud, keberadaan MAA saat ini memiliki peran strategis untuk memastikan adat tidak hanya hadir dalam seremoni, tetapi benar-benar hidup di tengah masyarakat sebagai pedoman etika dan penyelesaian persoalan sosial.

Baca Juga :  YARA minta Gubernur Cabut Moratorium Getah Pinus keluar

“Adat harus mampu memperkuat persatuan, menjaga jati diri bangsa Aceh, dan menjadi solusi bijaksana dalam kehidupan masyarakat,” katanya.

Ia juga meminta kepengurusan baru memperkuat kelembagaan adat hingga ke tingkat gampong serta membangun sinergi dengan pemerintah, ulama, dan generasi muda agar adat Aceh tetap relevan tanpa kehilangan nilai-nilai luhur.

Baca Juga :  Gubernur Mualem Pimpin Rapim, Dorong Percepatan Realisasi APBA 2025

Selain itu, Wali Nanggroe menyoroti pentingnya memperkenalkan sejarah, budaya, bahasa, dan adat Aceh kepada generasi muda agar identitas budaya tidak tergerus perkembangan zaman.

“Kita harus memastikan generasi muda memahami akar budayanya sendiri, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati budayanya,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Malik Mahmud mengajak seluruh masyarakat Aceh menjaga persatuan dan merawat perdamaian Aceh yang telah diperjuangkan bersama selama ini.(**)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

News

GPK Siap Menangkan Illiza Afdhal, Pemimpin Pro Pemuda Milenial

Daerah

Dharma Wanita Persatuan Kemenkumham RI Kunjungi Kantor Imigrasi Entikong, Pererat Silaturahmi dan Dukung Pola Hidup Sederhana

Banda Aceh

Walikota Banda Aceh Illiza Mengenang Para Syuhada Dalam Peringatan Tsunami Aceh Yang Khidmat

Daerah

Dandim 0108/Agara Salurkan Bantuan Keramik Ke Meunasah

Banda Aceh

Bank Aceh Syariah Raih KEJAR Award OJK Pusat 2026, Terbaik di Wilayah Sumatera

Aceh Besar

Wabup Syukri Ajak ASN Aceh Besar Rutin Donor Darah

Nasional

Menkumham : Kesadaran Hukum Desa sebagai Modal Dasar Nasional

News

Komisi II DPRA Gerak Cepat Rumuskan Rencana Aksi Penanganan Bencana Hidrometeorologi di Aceh