Home / Agama / News / Pemerintah

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:45 WIB

Kolaborasi 3 Pilar Jadi Kunci Jawab Tantangan Sosial Kompleks, Tegas Kadis Dayah Aceh

REDAKSI - Penulis Berita

Plt. Kadis Dayah Aceh Muhsin, S.Pd, M.Pd saat menjadi narasumber pengajian bulanan yang diselenggarakan Pengurus Wilayah (PW) Al-Washliyah Aceh, Rabu (10/6/2026).

Plt. Kadis Dayah Aceh Muhsin, S.Pd, M.Pd saat menjadi narasumber pengajian bulanan yang diselenggarakan Pengurus Wilayah (PW) Al-Washliyah Aceh, Rabu (10/6/2026).

BANDA ACEH – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Muhsin, S.Pd.I., M.Pd.I., mengingatkan pentingnya kerja sama yang erat antara lembaga dayah, pemerintah, dan organisasi kemasyarakatan Islam dalam menghadapi berbagai persoalan sosial yang semakin kompleks di masyarakat Aceh. Tantangan yang diangkat meliputi penyalahgunaan narkoba, degradasi moral generasi muda, hingga berbagai bentuk penyimpangan sosial yang semakin mengkhawatirkan.

Pesan penting ini disampaikan Muhsin saat menjadi narasumber dalam pengajian bulanan Pengurus Wilayah (PW) Al-Washliyah Aceh yang berlangsung di Banda Aceh pada Rabu, (10/6/2026). Acara yang dihadiri oleh ratusan pengurus dan anggota Al-Washliyah dari berbagai kabupaten/kota di Aceh ini menjadi wadah untuk membahas peran bersama dalam membangun masyarakat yang kuat secara moral dan sosial.

Menurut Muhsin, tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini tidak dapat diselesaikan oleh satu lembaga atau pihak saja. Setiap elemen memiliki fungsi dan peran yang saling melengkapi dalam membentuk karakter masyarakat yang baik dan berakhlak mulia.

Baca Juga :  Pangdam IM Sambut Kedatangan Menhan RI di Lanud SIM

“Dayah memiliki peran strategis yang tidak bisa digantikan dalam membentuk karakter dan moral masyarakat, terutama generasi muda. Sementara itu, pemerintah berfungsi sebagai regulator yang membuat kebijakan sekaligus fasilitator yang menyediakan dukungan dan sarana pendukung. Ormas Islam seperti Al-Washliyah menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai elemen masyarakat, dari tingkat akar rumput hingga lembaga pemerintah,” jelasnya. “Karena itu, sinergi ketiganya merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditawar lagi dalam menghadapi dinamika zaman yang semakin kompleks.”

Muhsin menjelaskan bahwa kolaborasi tersebut perlu diwujudkan melalui program-program konkrit yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Beberapa fokus utama yang perlu diperhatikan adalah penguatan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam, pembinaan intensif terhadap generasi muda, serta upaya pemberdayaan ekonomi umat yang juga berlandaskan prinsip-prinsip agama.

Baca Juga :  Pemkab Aceh Besar Dukung Gampong Meunasah Balee Lampuuk dalam Kompetisi Desa Wisata Nasional

“Sekarang ini, kita melihat meningkatnya ancaman yang datang dari berbagai sisi – mulai dari penyalahgunaan narkoba yang semakin merambah ke kalangan muda-mudi, pergaulan bebas yang mengabaikan norma agama dan budaya, hingga berbagai bentuk penyimpangan sosial lainnya. Semua ini memerlukan langkah pencegahan dan penanganan secara terpadu,” ujar Muhsin dengan nada cemas namun penuh semangat.

Ia menegaskan bahwa pembinaan moral dan penguatan nilai-nilai keislaman tidak boleh menjadi tanggung jawab satu pihak saja. “Dayah, pemerintah, dan ormas memiliki tanggung jawab yang sama besar dalam menjaga generasi muda dari berbagai pengaruh negatif. Kita harus bersama-sama membangun benteng perlindungan yang kokoh, bukan hanya dengan cara memberi larangan, tetapi juga dengan memberikan pemahaman yang benar dan alternatif aktivitas positif bagi mereka,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Muhsin juga mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat sinergi antarlembaga. Ia berharap bahwa pembangunan masyarakat Aceh ke depannya tidak hanya berorientasi pada kemajuan ekonomi dan infrastruktur semata, tetapi juga mampu melahirkan generasi yang memiliki karakter kuat, berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional, serta tetap teguh berpegang pada nilai-nilai Islam yang menjadi identitas utama masyarakat Aceh.

Baca Juga :  IKAMBA Banda Aceh Nyatakan Dukungan Terhadap Wacana Jam Malam Pelajar

“Saat ini kita sedang membangun masa depan Aceh. Semoga dengan kerja sama yang erat antara semua pihak, kita dapat menciptakan masyarakat Aceh yang tidak hanya makmur secara materi, tetapi juga kuat secara spiritual dan moral,” pungkas Muhsin dalam penutup sambutannya.

Kepala PW Al-Washliyah Aceh, yang juga menghadiri acara tersebut, menyambut baik pesan yang disampaikan Muhsin dan menyatakan komitmen organisasinya untuk terus bekerja sama dengan pemerintah dan lembaga dayah dalam berbagai program pembangunan masyarakat.(**)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Nasional

Kapolri : Profesi Satpam Mulia, Sangat Penting Membantu Tugas Kepolisian

Daerah

Polres Bireuen Berhasil Ungkap Kasus Narkotika, Satu Pelaku dan 154 Kg Ganja Diamankan

Nasional

Mentan Syahrul, Pupuk Iskandar Muda Memiliki Potensi Yang Sangat Luar Biasa

Banda Aceh

Walikota Banda Aceh Kunjungi Gayo Lues, Sampaikan Pesan Moril Pascabencana

News

Kunjungi Batang Ara, Mendagri Apresiasi Kerja-kerja Kak Na

Banda Aceh

PUPR Aceh Jadwalkan Pengaspalan Ruas Jalan Simpang 7 Ulee Kareng–Lamreung Tahun Ini

News

Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah, Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Pemerintah

Jelang Pemilu 2024, Kakanwil Kemenkumham Aceh Ikrar Netralitas Untuk Jajaran Menjaga independensi