ACEH BARAT DAYA – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) melakukan kunjungan kerja ke sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) untuk memantau perkembangan investasi dan pengelolaan industri daerah, ke sejumlah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di wilayah Barsela, Jumat (19/6/2026).
Rombongan yang dipimpin langsung Ketua Komisi III DPRA Hj. Aisyah Ismail (Kak Iin) memberikan apresiasi khusus kepada PT Samira Makmur Sejahtera (SMS), perusahaan milik pengusaha lokal Abdya, Syahrial.
Turut mendampingi kunjungan tersebut Wakil Ketua Komisi III Armiyadi, SP, Sekretaris Hadi Surya, S.TP., MT, serta anggota Hasballah, S.Ag dan Musdi Fauzi.
PT SMS BERKONTRIBUSI NYATA TERHADAP EKONOMI DAERAH
Dalam peninjauan lapangan, Komisi III DPRA menilai PT Samira Makmur Sejahtera mampu menunjukkan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan industri kelapa sawit yang melibatkan masyarakat setempat. Ketua Komisi III DPRA Hj. Aisyah Ismail mengatakan keberadaan perusahaan tersebut menjadi contoh positif bagi pengusaha lokal lainnya dalam membangun iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan di Aceh.
“PT Samira Makmur Sejahtera memperlihatkan bagaimana investasi sektor swasta dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kehadiran perusahaan ini turut mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka peluang kerja bagi warga sekitar,” ujar Kak Iin.
Menurutnya, komitmen perusahaan dalam memprioritaskan tenaga kerja lokal menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian khusus. Langkah ini mampu membantu menekan angka pengangguran di Kabupaten Aceh Barat Daya.
TATA KELOLA TRANSPARAN, SESUAI REGULASI
Komisi III DPRA juga menyoroti tata kelola investasi yang dijalankan perusahaan. Manajemen PT SMS dinilai mampu menjalankan kegiatan usaha secara baik, transparan, serta sesuai dengan regulasi yang berlaku.
“Kami melihat perusahaan ini memiliki komitmen yang kuat dalam menjalankan investasi secara sehat. Hal ini penting untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif dan memberikan kepastian bagi para pelaku usaha serta Pendapatan Asli Daerah (PAD),” jelas Kak Iin.
Selain itu, kehadiran PT SMS dinilai memberi manfaat bagi petani sawit mandiri di Abdya karena perusahaan menyerap hasil panen masyarakat secara berkelanjutan. Kondisi ini ikut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat dan memperkuat sektor perkebunan yang menjadi salah satu penopang perekonomian daerah.
INVESTASI LOKAL STRATEGIS UNTUK PEMBANGUNAN
Wakil Ketua Komisi III DPRA Armiyadi, SP, mengatakan investasi yang tumbuh dari pelaku usaha lokal memiliki nilai strategis bagi pembangunan daerah karena manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. “Kami berharap semakin banyak pengusaha daerah yang berani berinvestasi dan mengembangkan usaha di Aceh. Dengan begitu, lapangan kerja semakin terbuka dan ekonomi masyarakat terus bergerak,” katanya.
Senada dengan itu, Sekretaris Komisi III DPRA Hadi Surya, S.TP., MT menegaskan pihaknya akan terus mendorong terciptanya iklim investasi yang ramah terhadap pelaku usaha serta berpihak pada kepentingan masyarakat.
“Melalui fungsi pengawasan dan penganggaran yang dimiliki, Komisi III DPRA berkomitmen mendukung kebijakan yang mampu memperkuat investasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh, khususnya di Kabupaten Aceh Barat Daya. Keberhasilan PT SMS diharapkan menjadi pemantik bagi lahirnya investasi baru yang berbasis potensi daerah dan pemberdayaan sumber daya manusia lokal,” pungkasnya. (**)
Editor: Redaksi























