ACEH SELATAN – Plt. Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Muhsin, S.Pd.I., M.Pd.I., menyatakan komitmennya untuk melakukan transformasi pendidikan dayah di Aceh menjadi lembaga pendidikan unggul yang tetap memegang teguh nilai-nilai kekhasan daerah sekaligus siap bersaing secara global. Pernyataan tersebut disampaikannya saat mendampingi Wakil Gubernur Aceh dalam rangkaian safari silaturahmi ke sejumlah dayah di Kabupaten Aceh Selatan pada Minggu (19/7/2026).
Muhsin yang baru saja menerima amanah sebagai Plt. Kadis Pendidikan Dayah Aceh menjelaskan bahwa pendidikan dayah merupakan jati diri Aceh yang harus terus dikembangkan agar tidak ketinggalan perkembangan zaman. “Kita tidak akan meninggalkan esensi pendidikan dayah sebagai tempat pembinaan akhlak dan ilmu agama yang kuat. Namun, kita juga akan mengintegrasikan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan kemajuan teknologi,” ujarnya.
PROGRAM UNGGULAN: MODERNISASI KURIKULUM DAN PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DAYAH

Menurut Muhsin, terdapat beberapa program unggulan yang akan segera digulirkan oleh Dinas Pendidikan Dayah Aceh. Di antaranya adalah modernisasi kurikulum dayah dengan menambahkan materi bahasa asing, teknologi informasi, serta keterampilan ekonomi kreatif yang sesuai dengan potensi daerah masing-masing.
“Kita juga akan fokus pada peningkatan kompetensi guru dayah melalui berbagai pelatihan dan studi banding. Selain itu, kita akan memperkuat sinergi antara dayah dengan sekolah formal serta perguruan tinggi agar santri memiliki akses pendidikan yang lebih luas,” jelas Muhsin.
Pada kesempatan safari silaturahmi tersebut, Muhsin secara langsung melakukan asesmen terhadap kondisi beberapa dayah yang dikunjungi, antara lain Dayah Ashhabul Yamin, Dayah Himmatul ‘Amal, Dayah Madinatuddiniyah Babussa’adah, dan Dayah Darul Ihsan Al-Waliyah. Ia mendengar langsung berbagai kebutuhan dan aspirasi dari para pimpinan dayah serta santri.
“Setiap dayah memiliki potensi dan tantangan masing-masing. Kita akan menyusun program pembangunan yang disesuaikan dengan kondisi lokal agar memberikan manfaat maksimal bagi pengembangan pendidikan dayah di seluruh Aceh,” ucapnya.
BERKOLLABORASI DENGAN BERBAGAI PEMANGKU KEPENTINGAN
Muhsin juga menegaskan bahwa pengembangan pendidikan dayah tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri. Oleh karena itu, Dinas Pendidikan Dayah Aceh akan bekerja sama erat dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah kabupaten/kota, tokoh masyarakat, ulama, hingga pihak swasta.
“Kita akan mengajak semua elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun pendidikan dayah yang lebih baik. Kolaborasi yang kuat akan menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan visi kita untuk menjadikan dayah sebagai lembaga pendidikan yang unggul dan bermanfaat bagi masyarakat Aceh,” tegasnya.
Sebelum menjabat sebagai Plt. Kadis Pendidikan Dayah Aceh, Muhsin telah memiliki pengalaman panjang di dunia pendidikan Islam, baik sebagai guru maupun pengelola lembaga pendidikan. Ia dikenal sebagai sosok yang visioner dan memiliki komitmen kuat terhadap pengembangan pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman dan budaya Aceh.
“Semoga dengan dukungan dari semua pihak, kita dapat membawa pendidikan dayah Aceh ke level yang lebih tinggi, menjadi sumber daya manusia yang berkualitas, berakhlak mulia, dan mampu memberikan kontribusi besar bagi kemajuan daerah dan bangsa,” pungkas Muhsin dengan penuh semangat.(**)
Editor: Redaksi























