BANDA ACEH – Peringatan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) ke-67 di Aceh ditegaskan tidak boleh berhenti pada rangkaian Seremonial belaka. Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murtalamuddin, S.Pd., M.S.P., mengimbau seluruh insan pendidikan untuk menjadikan momen ini sebagai pijakan evaluasi dan perbaikan mutu pengabdian secara menyeluruh.
Himbauan tersebut disampaikan Murtalamuddin pada Rabu (2/9/2026). Ia menekankan bahwa setiap elemen dalam ekosistem pendidikan—mulai dari pejabat birokrasi, guru, pengawas, hingga tenaga kependidikan—memikul amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan kepada publik.
Murtalamuddin menyoroti kondisi realitas mutu pendidikan di Aceh yang dinilai masih menghadapi tantangan serius. Padahal secara historis, Aceh memiliki keistimewaan dan kekhususan di bidang pendidikan yang diakui oleh pemerintah pusat, salah satunya ditandai dengan penetapan Hardikda.
“Peringatan ini harus menjadi ruang bagi kita untuk mengukur sejauh mana tugas dan tanggung jawab telah dijalankan. Apakah sudah maksimal, atau masih banyak kekurangan yang mendesak untuk diperbaiki,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh pihak untuk memfokuskan energi pada pencarian solusi atas akar permasalahan pendidikan di daerah, ketimbang mempertajam perbedaan. Menurutnya, kemajuan mutu pendidikan hanya bisa dicapai melalui kesamaan visi dan komitmen pribadi dari setiap individu.
“Jangan sampai profesi ini kita khianati. Setiap amanah pada akhirnya akan dimintai pertanggungjawaban,” tegas Murtalamuddin.
Di akhir penyampaiannya, ia berharap proses refleksi pada Hardikda ke-67 ini dapat langsung terwujud dalam aksi nyata di lapangan. Mulai dari peningkatan kualitas pembelajaran di kelas, pengawasan sekolah yang presisi, hingga layanan pendidikan yang akuntabel guna mewujudkan masa depan pendidikan Aceh yang lebih bermutu.”Ujar nya. (**)
Editor: Redaksi























