Home / Aceh / News

Jumat, 28 Agustus 2026 - 00:06 WIB

Pejuang dari Teumpeun: Mengenang Muslidar ‘Botok’, Sosok Garang di Medan Tempur yang Teduh di Hadapan Ibunda

REDAKSI - Penulis Berita

Muslidar Alias Botok.

Muslidar Alias Botok.

PUREULAK BARAT — Di balik kecamuk konflik Aceh yang pernah membakar kawasan Peureulak Barat, terukir kisah-kisah manusiawi yang melampaui riwayat pertempuran. Salah satunya adalah kisah Muslidar, atau yang lebih dikenal dengan sapaan Botok. Putra sulung dari Aji Usman kelahiran Desa Teumpeun ini tak hanya dikenang sebagai pejuang Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang paling dicari dan disegani di kawasan Sago-Sosoh, tetapi juga sebagai sosok anak dan abang yang memiliki kasih sayang sangat mendalam.

​Kisah hidup Muslidar adalah hamparan keteguhan. Sebelum melangkah jauh dalam medan perjuangan, ujian berat sudah menyapa dirinya. Pengalaman pahit di Buket Tekteh, Ranto Peureulak—saat ia ditangkap, disiksa, hingga nyaris dikubur hidup-hidup—tidak sedikit pun melumpuhkan semangatnya. Pengalaman kelam itu justru membentuk jiwanya menjadi baja yang tak mudah goyah oleh ancaman musuh.

Baca Juga :  Babinsa Posramil Peusangan Siblah Krueng Laksanakan Komsos Dengan Masyarakat Binaan

​Namun, di balik ketangguhan mental yang membuatnya disegani kawan maupun lawan, Muslidar menyimpang kelembutan yang utuh untuk keluarganya. Andi, adik kandung Muslidar, melempar ingatan pada suatu malam berhujan ketakutan. Setelah lolos dari baku tembak sengit dengan pasukan TNI, Muslidar menyempatkan diri pulang ke rumah pada pukul dua dini hari.

​Menariknya, sebelum menjejakkan kaki melewati ambang pintu, ia melepas dan menyembunyikan senjatanya di luar. Ia tidak ingin ibunya terbangun dalam keterkejutan, apalagi meneteskan air mata karena melihat putranya menggenggam alat pemukul nyawa. Di tengah gemuruh perang, menjaga kedamaian hati sang ibu adalah prioritas utamanya.

Baca Juga :  Bank Aceh-TASPEN Perkuat Kerja Sama Pengelolaan Dana Pensiun

​Kehidupan keluarga Aji Usman kala itu memang diuji di batas kemampuan. Demi melindungi keselamatan keluarga dan menutupi keberadaan Muslidar yang kerap pulang secara sembunyi-sembunyi, sang ayah bahkan harus merelakan diri melapor ke pos TNI hingga tiga kali dalam sehari. Setiap kedatangan Muslidar selalu diiringi bisikan waspada tetangga dan kerabat yang berjaga-jaga.

​Keteguhan Muslidar mencapai puncaknya menjelang akhir hayatnya pada 9 Desember 2004. Sebuah pesan yang menyayat hati sempat terucap dari bibirnya:

“Awak kah pesiblah dro ju, long ka kenong bacut bak sapai nyo, menyo syahit Long, bek syahit wakdron, bah long peumesu bede sidro, karna wanyan (Si PAI) ka di kop pos tanyo.”

​Pesan itu menandaskan keikhlasan seorang pejuang yang telah menyerahkan seluruh raga dan jiwanya. Ia meminta kerabatnya untuk menyelamatkan diri dan tak meratapi takdirnya jika ia gugur. Ia memilih menghadapi kepungan sendirian demi memberi waktu bagi yang lain untuk lolos.

Baca Juga :  Rijaluddin, Ketua Komisi V DPRA, Turun Langsung Berikan Bantuan dan Semangat ke Korban Banjir di Gayo Lues

​Kini, lebih dari dua dekade berlalu, Muslidar telah berpulang ke pangkuan Sang Pencipta. Namanya tak sekadar tercatat sebagai jejak sejarah konflik di bumi Serambi Mekkah, melainkan terpatri abadi sebagai keteladanan: seorang putra Teumpeun yang gagah berani di garis depan, namun senantiasa meletakkan senjata demi senyum dan ketenangan sang ibu. Al-Fatihah untuk Muslidar Alias Botok.

Editor: Andi

Share :

Baca Juga

Aceh

Setda Aceh M Nasir; Angkat M. Gade Jadi (Kabag) Protokol Biro Adpim Setda Aceh.

Daerah

Meurah Budiman secara resmi menutup Rapat Koordinasi Tahun 2022, ini Pesannya

Aceh

Gubernur dan Wagub Aceh Dampingi Presiden Tinjau Hunian Sementara Korban Bencana di Aceh Tamiang

News

Taruna Akpol Peserta Latsitardanus XLVI Bantu Operasional Dapur Lapangan di POSCO Pengungsian Aceh Tamiang

News

Nasir Djamil Tanggapi Kasus “Wartawan” di Sabang: Langkah Hukum oleh Polisi Sudah Tepat

Daerah

Pupuk Kebersamaan, Babinsa Koramil 09 Makmur Laksanakan Komsos Dengan Tokoh Agama

Aceh

Bunda Salma, silaturahmi ke kantor Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan JAMWAS RI

Daerah

Kodam IM Pastikan Proses Hukum Oknum TNI Diduga Bakar Rumah Wartawan Serambi Indonesia