Home / Banda Aceh / News / Pemko Banda Aceh

Sabtu, 19 September 2026 - 22:31 WIB

PAD Pariwisata Banda Aceh 36 Persen, Pemko dan Kemenpar Bahas Strategi Quality Tourism

REDAKSI - Penulis Berita

Pemko bersama Tim Kementerian Pariwisata RI saat rapat membahas tren dan pengembangan kepariwisataan di Pendopo Wali Kota Banda Aceh, Sabtu (19/9/2026).

Pemko bersama Tim Kementerian Pariwisata RI saat rapat membahas tren dan pengembangan kepariwisataan di Pendopo Wali Kota Banda Aceh, Sabtu (19/9/2026).

BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh menggelar rapat strategis bersama Tim Kementerian Pariwisata RI bertema “Tren dan Pengembangan Kepariwisataan di Kota Banda Aceh”. Kegiatan berlangsung di Pendopo Wali Kota Banda Aceh, Sabtu (19/9/2026), dipimpin langsung oleh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, dan diikuti Sekda, para Asisten, serta seluruh Kepala OPD terkait.

Plt. Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata RI, Reza Fahlevi, memaparkan gambaran lengkap kepariwisataan nasional maupun khususnya di Banda Aceh. Ia menegaskan Banda Aceh memiliki keunggulan yang khas dan kuat, terutama pada wisata sejarah, tsunami, religi, budaya, dan kuliner. Dua jalur unggulan — Tsunami Trail dan Heritage Trail — dinilai memiliki keunikan tersendiri yang sulit ditemukan di daerah lain.

Baca Juga :  Kapolda Aceh dan Pejabat Utama Hadiri Bakti Sosial TNI di Jasdam IM

Kontribusi ekonomi dari sektor ini juga telah terlihat nyata:

“PAD terkait pariwisata mencapai 36,18 persen. Angka yang sangat signifikan,” ungkap Reza.

Namun ia mengingatkan, angka tersebut belum maksimal. Masih ada ruang besar untuk meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan, lama tinggal, pengeluaran, serta keterlibatan masyarakat dalam rantai nilai pariwisata.

Reza Fahlevi juga menyoroti sejumlah kendala yang masih dihadapi:

– Aksesibilitas antar-destinasi belum memadai
– Kualitas fasilitas penunjang (amenitas) perlu ditingkatkan
– Prioritas pembangunan kepariwisataan perlu lebih terarah
– Penguatan industri dan SDM pariwisata masih menjadi pekerjaan rumah

Baca Juga :  Kadis Syariat Islam Aceh Dampingi Mendagri dan Wagub Beri Dukungan Spiritual untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang

Oleh karena itu, arah kebijakan dikembalikan dari sekadar mengejar jumlah kunjungan menuju pariwisata berkualitas (quality tourism):

“Pengembangan harus mengintegrasikan destinasi, pemasaran, industri, dan kelembagaan dalam satu ekosistem pariwisata yang utuh,” jelas Reza.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menegaskan bahwa pariwisata tidak bisa berjalan sendirian:

“Pengembangan pariwisata butuh kolaborasi lintas sektor. Infrastruktur, pelaku usaha, masyarakat, komunitas sejarah, hingga pemerintah harus bergerak dalam satu arah agar potensi wisata kota berkembang berkelanjutan.”

Baca Juga :  21 Tahun Damai Aceh, Ketua Komisi VII DPRA Ilmiza Saaduddin Djamal Ajak Warga Perkuat Persatuan dan Zikir Bersama

Illiza juga menekankan pentingnya pengemasan cerita (storytelling): wisatawan tidak cukup hanya melihat bangunan bersejarah, tetapi harus memahami nilai dan kisah di baliknya. Tanpa cerita, warisan sejarah hanyalah bangunan mati.

Pengembangan Banda Aceh juga dirancang tidak berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dengan daerah tetangga seperti Aceh Besar dan Sabang. Wisatawan yang menuju Sabang diharapkan juga singgah, menginap, berbelanja, dan menikmati kuliner di Banda Aceh.

Termasuk di dalamnya agenda revitalisasi kawasan Kota Tua sebagai ruang hidup baru yang menghubungkan warisan sejarah, ekonomi kreatif, dan aktivitas warga kota.(**)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

BPKA

Langkah Cepat BPKA: Layanan Samsat Aceh Tamiang Kembali Menyapa Warga Pasca Bencana

News

Gubernur Mualem dan DPRA Tandatangani KUA-PPAS 2026

Banda Aceh

Faried Nyak Umar ‘Kawalnya’ Aspirasi Warga di Musrenbang Kuta Alam: “Pembangunan Partisipatif Kunci Kemajuan Kota!”

Banda Aceh

Kunjungi RSUD Meuraxa, Komisi IV DPRK Banda Aceh Minta Perbaikan IGD

Aceh Besar

Ribuan Masyarakat Ikuti Jalan Santai Keluarga Uro lahe ke-69 Aceh Besar di Kota Jantho

Internasional

Kontribusi Luar Biasa, Menkumham RI Terima Penghargaan dari Filipina

Banda Aceh

Kapolda Aceh Minta Personel Jaga Komitmen Pelayanan Masyarakat yang Profesional dan Humanis

News

Mualem Tinjau Abrasi Parah di Lhok Puuk Aceh Utara: Kondisi Darurat, 38 Rumah Hilang Tanpa Jejak