Home / News

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:55 WIB

Reses di Aceh Tamiang, Nora Idah Nita Serap Tiga Aspirasi Mendesak Warga: Tanggul Jebol, Narkoba, dan Bantuan Belum Merata

REDAKSI - Penulis Berita

Anggota DPRA , Nora Idah Nita, SE, MM, t menggelar kegiatan reses di sejumlah wilayah Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (15/10/2026).

Anggota DPRA , Nora Idah Nita, SE, MM, t menggelar kegiatan reses di sejumlah wilayah Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (15/10/2026).

ACEH TAMIANG – Anggota DPRA Dapil 7 Langsa–Aceh Tamiang, Nora Idah Nita, SE, MM, menyerap berbagai aspirasi masyarakat saat menggelar kegiatan reses di sejumlah wilayah Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (15/10/2026). Warga menyampaikan tiga persoalan utama yang mendesak penanganan pemerintah.

Kegiatan reses yang berlangsung dialogis ini menjadi wadah warga untuk menyampaikan langsung kondisi riil di lapangan pascabanjir yang melanda beberapa kecamatan.

1. Tanggul Jebol Diminta Segera Diperbaiki

Masyarakat di Kecamatan Seruway dan Bendahara melaporkan kerusakan tanggul yang belum tertangani pascabanjir. Warga meminta pemerintah mempercepat pembangunan dan perbaikan tanggul untuk mengantisipasi banjir susulan, mengingat curah hujan yang masih tinggi.

Baca Juga :  Syech Fadhil Bertemu dengan Tiga Ulama Kharismatik Aceh di Bireuen

“Dari hasil pertemuan dengan masyarakat, kami menerima keluhan terutama terkait mendesaknya pembangunan tanggul di Seruway dan Bendahara. Ini soal keselamatan warga. Jangan tunggu banjir susulan baru kita bertindak,” ujar Nora di Karang Baru.

2. Maraknya Pencurian dan Peredaran Narkoba*

Warga juga menyampaikan keresahan atas meningkatnya kasus pencurian dan peredaran narkoba pascabanjir. Kondisi sosial yang belum stabil pascabencana dinilai dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Baca Juga :  Wakil Bupati Syukri A Jalil Serahkan Rancangan Pertanggungjawaban APBK Aceh Besar 2024

Nora meminta aparat penegak hukum menindaklanjuti secara serius, karena keresahan yang tidak ditangani berisiko memicu tindakan main hakim sendiri di tengah masyarakat.

“Persoalan pencurian dan narkoba ini harus menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Jangan sampai warga mengambil tindakan sendiri karena merasa tidak aman. Keamanan warga harus jadi prioritas,” tegasnya.

3. Bantuan Pascabanjir Belum Merata*

Sebagian warga mengaku belum menerima bantuan pascabanjir, termasuk bantuan jaminan hidup, perabotan rumah tangga, dan stimulan perbaikan rumah. Nora menekankan pemulihan pascabencana tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga pemulihan ekonomi keluarga terdampak.

Baca Juga :  Sikapi Unjukrasa, Gubernur Mualem Respek pada Mahasiwa USK

Menurutnya, koordinasi antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat diperlukan agar bantuan tepat sasaran dan tidak menimbulkan kecemburuan sosial.

“Harapan masyarakat ini perlu menjadi perhatian bersama, baik pemerintah provinsi maupun pusat, terutama dalam mempercepat penanganan dampak banjir dan mengantisipasi bencana berikutnya. Pemulihan ekonomi keluarga sama pentingnya dengan perbaikan tanggul,” kata Nora.

Seluruh aspirasi tersebut, lanjut Nora, akan diperjuangkan dan dibahas lebih lanjut sesuai kewenangannya di DPRA, baik melalui komisi terkait maupun dalam pembahasan dengan mitra eksekutif.(**)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

News

Wakapolda Aceh Sambut Kedatangan Wamenpar RI di Bandara SIM

News

Plt. Kadisdik Aceh Hadiri Rapat Percepatan Revitalisasi Sekolah Terdampak Bencana

BPKA

Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor di Aceh Berdampak Signifikan, Ribuan Kendaraan Kembali Aktif

Daerah

Pasar Pasisian Leuweung Jadi Inspirasi Pengembangan Ekonomi Rakyat

News

Kapolres Aceh Besar Sambut Audiensi SMSI, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Nasional

Kontroversi IDI Pecat dr. Terawan, SKPPHI: Benarkah IDI Hanya Tegakkan Kode Etik?

News

Sekda Aceh: Suara Anak Penting untuk Pembangunan Aceh Kedepan

News

Baitul Mal Aceh Gelar Pembekalan Amil dan Penguatan Kelembagaan se-Aceh