Home / News / Pemko Banda Aceh

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:01 WIB

Illiza Hadiri Diplomatic Dinner WCCE 2026 di Jakarta, Buka Peluang Promosi Ekonomi Kreatif Banda Aceh

REDAKSI - Penulis Berita

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menghadiri Diplomatic Dinner: A Gathering in The Sky di Treasury 78, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menghadiri Diplomatic Dinner: A Gathering in The Sky di Treasury 78, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

JAKARTA — Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menghadiri Diplomatic Dinner: A Gathering in The Sky di Treasury 78, Jakarta, Kamis (22/10/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 yang mempertemukan delegasi dari berbagai negara.

Kehadiran Illiza dalam jamuan diplomatik tersebut menjadi kesempatan untuk mengenal lebih jauh peluang pengembangan ekonomi kreatif sekaligus memperkenalkan potensi budaya dan kreativitas daerah ke tingkat internasional.

Diplomatic Dinner: A Gathering in The Sky diselenggarakan sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional melalui pendekatan ekonomi kreatif.

Jamuan tersebut mengangkat inspirasi Rumah Gadang dari Sumatra Barat sebagai representasi nilai persatuan, kekerabatan, dan kebersamaan. Konsep itu dipadukan dengan sajian kuliner Nusantara serta pertunjukan seni tradisional.

Baca Juga :  Bupati Aceh Besar Tinjau Sawah Blang Tamak Tungkop

Para tamu diperkenalkan dengan beragam hidangan khas Indonesia, termasuk rendang, ayam pop, papeda, dan teh talua. Pertunjukan Tari Pasambahan dan Tari Piring turut memperkaya suasana dengan menampilkan kekayaan seni dan tradisi Nusantara.

Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa diplomasi internasional tidak hanya dilakukan melalui pertemuan formal, tetapi juga dapat dibangun melalui budaya, kuliner, dan kreativitas yang menjadi identitas suatu daerah.

Partisipasi kepala daerah dalam forum internasional seperti WCCE membuka peluang untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, serta menjajaki potensi kolaborasi dalam pengembangan ekonomi kreatif.

Banda Aceh memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan, mulai dari kuliner khas Aceh, kerajinan, fesyen, seni budaya, hingga pariwisata sejarah dan religi.

Baca Juga :  Wali Kota Illiza Lantik 4 Pejabat Baru: Harapan Baru, Semangat Baru

Kekayaan tersebut dapat menjadi modal penting untuk memperluas promosi daerah apabila dikembangkan melalui strategi yang terarah, inovasi produk, peningkatan kualitas, serta pemanfaatan platform digital.

Kuliner Aceh, misalnya, memiliki peluang untuk diperkenalkan kepada pasar yang lebih luas melalui pengembangan produk, penguatan identitas merek, dan promosi yang konsisten. Begitu pula dengan kerajinan dan produk kreatif lokal yang dapat dikembangkan agar memiliki nilai tambah serta daya saing.

Kehadiran dalam forum internasional juga dapat menjadi pintu masuk untuk membangun komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pelaku industri kreatif, investor, dan mitra potensial dari luar negeri.

Meski membuka peluang promosi dan jejaring, manfaat partisipasi dalam forum internasional pada akhirnya perlu diukur melalui tindak lanjut yang konkret.

Baca Juga :  Bentuk Kedisiplinan Para Siswa/Siswi, Babinsa Koramil 06/Peusangan Berikan Pelatihan PBB Kepada Siswa/Siswi SMA 2

Bagi Banda Aceh, tantangannya adalah bagaimana potensi lokal dapat diterjemahkan menjadi peluang usaha, perluasan pasar, peningkatan pendapatan pelaku UMKM, dan penciptaan lapangan kerja.

Karena itu, promosi ekonomi kreatif perlu diikuti program yang memberikan ruang lebih besar bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang. Dukungan terhadap peningkatan kualitas produk, akses pembiayaan, pemasaran digital, serta kemitraan bisnis menjadi bagian penting dalam proses tersebut.

Partisipasi dalam WCCE 2026 diharapkan dapat menjadi salah satu momentum untuk memperkuat posisi Banda Aceh sebagai kota yang memiliki kekayaan budaya dan potensi ekonomi kreatif.

Dengan strategi promosi yang berkelanjutan dan kerja sama yang tepat, produk serta kreativitas masyarakat Banda Aceh berpeluang menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional. (**)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Daerah

Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sumatera I Lakukan Program Peningkatan Kwalitas Rumah Layak Huni di Kabupaten Bireuen

News

Diskominfotik Banda Aceh Sosialisasi Pengelolaan PPID Dana Desa di Lueng Bata

Nasional

Jaksa Agung Intruksikan Jajaran Awasi Barang Impor

Aceh Besar

Syech Muharram Ajak Hadirkan Lagi Peran Para Pihak MoU Helsinki di Tengah Revisi UUPA

BPKA

BPKA Aceh Raih Penghargaan Informatif atas Keterbukaan Informasi Publik

Banda Aceh

Pemko Banda Aceh Siapkan Langkah Antisipasi Dampak Kabut Asap Karhutla

Aceh

Kadisdik Dayah Aceh Dampingi Menag RI Salurkan Bantuan Bencana untuk Dayah di Samalanga
Kantor Dinas Pendidikan Aceh.

News

Terkait anggaran pengadaan kendaraan operasional mencapai Rp 12,7 miliar, Ini Penjelasan Disdik Aceh