Home / Banda Aceh / Kesehatan / News / Pemerintah Aceh

Rabu, 30 Juli 2025 - 23:05 WIB

RSUDZA menerima Predikat “Pelayanan Prima” dari Kementerian RI

REDAKSI - Penulis Berita

acara Penyerahan Piagam Penghargaan Hasil Pemantauan dan Evaluasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) Tahun 2024 yang diselenggarakan pada Rabu, (30-07-2025).

acara Penyerahan Piagam Penghargaan Hasil Pemantauan dan Evaluasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) Tahun 2024 yang diselenggarakan pada Rabu, (30-07-2025).

Banda Aceh, — Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam bidang pelayanan publik. Dalam acara Penyerahan Piagam Penghargaan Hasil Pemantauan dan Evaluasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) Tahun 2024 yang diselenggarakan pada Rabu, 30 Juli 2025 di Gedung Serbaguna Sekretariat Daerah Aceh, RSUDZA menerima Predikat “Pelayanan Prima” dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (KEMENPAN RB).

Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Asisten Administrasi dan Umum Setda Aceh, Muhammad Diwarsyah, M.Si, kepada Direktur RSUDZA, dr. Isra Firmansyah, Sp.A, Ph.D, FISQua, sebagai bentuk apresiasi atas prestasi gemilang RSUDZA dalam menyelenggarakan pelayanan publik yang berkualitas, responsif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Baca Juga :  Himbau Jaga Kesehatan Dan Kebersihan Lingkungan, Babinsa Posramil Peusangan Selatan Laksanakan Temu Bincang Bersama warga Binaan

RSUDZA dinilai sebagai salah satu organisasi penyelenggara pelayanan publik terbaik di Indonesia berdasarkan hasil evaluasi KEMENPAN RB Tahun 2024. Penilaian tersebut merupakan bagian dari upaya nasional untuk mendorong peningkatan kualitas layanan publik di seluruh instansi pemerintahan, khususnya di tingkat daerah.

Dalam sambutannya, Muhammad Diwarsyah, M.Si selaku Asisten Administrasi dan Umum Setda Aceh yang juga membuka acara secara resmi, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh instansi yang telah berkomitmen dalam meningkatkan mutu layanan. Ia juga menyebutkan bahwa Provinsi Aceh dan Bali menjadi dua provinsi dengan Nilai Indeks Pelayanan Publik (IPP) tertinggi se-Indonesia, yakni sebesar 4,65 dengan kategori A (Pelayanan Prima).

Acara ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian PANRB, yakni Asisten Deputi Fasilitasi, Pemantauan dan Evaluasi Pelayanan Publik, Dr. R.R. Vera Yuwantari Susilastuti, S.IP, M.Si, yang menyampaikan bahwa kegiatan PEKPPP bertujuan untuk memberikan pembinaan dan dorongan kepada instansi pemerintah agar senantiasa memperbaiki dan menyempurnakan sistem pelayanan publik yang humanis dan berbasis pada kebutuhan masyarakat.

Baca Juga :  Babinsa Koramil 06 Peusangan Pererat Tali Silaturrahmi Dengan Warga Binaan

Keberhasilan RSUDZA dalam meraih penghargaan ini menjadi bukti nyata dari komitmen rumah sakit dalam mewujudkan transformasi layanan yang lebih baik, transparan, dan profesional demi mendukung visi Pemerintah Provinsi Aceh dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan berkeadilan.

Baca Juga :  Mualem Temui Menparekraf, Bahas Rencana Pembentukan Badan Ekonomi Kreatif

Penghargaan ini menjadi pemacu semangat kami untuk terus meningkatkan mutu pelayanan dan menempatkan pasien sebagai pusat dari semua proses pelayanan,” ujar dr. Isra Firmansyah dalam kesempatan terpisah.

RSUDZA akan terus berinovasi dan berbenah dalam menjawab harapan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang modern dan terpercaya.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Daerah

Reses II DPRA Hendra Budian,SH Pertemuan dengan Koordinator BPP Se-Kabupaten Bener Meriah

Bank Aceh

Bank Aceh Syariah Teken MoU dengan Kementerian Haji dan Umrah RI

News

Pemerintah Aceh Raih Juara Pertama Anugerah Adinata Syariah 2024 

Banda Aceh

Targetkan Predikat Utama, Wali Kota Illiza: “Komitmen untuk Masa Depan Generasi”

BSI

BSI Siap Integrasikan UMKM Garap Potensi Halal Indonesia

Banda Aceh

DPMPTSP Aceh Fasilitasi Rencana Investasi Budidaya Ayam Petelur dan Pabrik Refinery Minyak Sawit

Daerah

Banjir dan Tanah Longsor Sukabumi: Sebanyak 20.629 Warga Terdampak dan 3.464 Mengungsi

Pemerintah Aceh

Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh Buka Rakor Kepegawaian Tentang Netralitas ASN Jelang Pemilu 2024