Home / Banda Aceh / Berita / Wali Nanggroe Aceh

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 23:39 WIB

Wali Nanggroe Terima Tamu Istimewa Dari Singapuran

REDAKSI - Penulis Berita

Wali Nanggroe Terima kunjuangan wali kota Distrik Tenggara Singapura di Meuligoe Wali Nanggroe, Kamis, (22/08/2025)

Wali Nanggroe Terima kunjuangan wali kota Distrik Tenggara Singapura di Meuligoe Wali Nanggroe, Kamis, (22/08/2025)

Banda Aceh- Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar,  mengadakan pertemuan dengan wali Kota Distrik Tenggara Singapura, Mohd Fahmi Bin Aliman, di Meuligoe Wali Nanggroe, Kamis malam, 22 Agustus 2025.

Kepala Bagian Kerja Sama dan Humas Wali Nanggroe, Zulfikar Idris, mengatakan bahwa Wali Kota Distrik Tenggara Singapura datang bersama rombongan dan didampingi ahli pengolahan limbah berpengalaman dari Negeri Singa tersebut.

Sementara itu, Wali Nanggroe Aceh didampingi oleh Staf Khusus Dr. Muhammad Raviq dan Dr. Rustam Effendi, Majelis Tuha Peut Prof. Syahrizal Abbas, serta Khatibul Wali Abdullah Hasbullah. Dari Pemerintah Aceh, turut hadir Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh, Jul Rahmady, S.Hut. M.Si, bersama Staf PSLB3.

Baca Juga :  Umat Islam memuliakan hari Asyura Tradisi Penuh Makna di Bulan Muharram

Pada pertemuan tersebut, pihak Singapura mempresentasikan teknologi pengolahan limbah yang dinilai mampu menangani persoalan lingkungan secara lebih efektif.

Wali Nanggroe menilai paparan teknologi tersebut sangat bermanfaat bagi Aceh, khususnya dalam menghadapi persoalan limbah.

“Pertemuan tadi bagus sekali. Ada beberapa investor yang hadir, dan yang paling menarik adalah teknologi yang ditawarkan. Limbah bisa diolah kembali; air hasil olahan menjadi bersih dan dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan. Bahkan residu dari limbah pun masih bisa dimanfaatkan. Saya menilai teknologi ini bagus dan praktis untuk dipertimbangkan di Aceh,” ujar Wali Nanggroe.

Baca Juga :  Bunda PAUD Aceh  Marlina Muzakir Sosialisasikan Pola Makan Sehat B2SA di Aceh Selatan

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa teknologi tersebut tidak membutuhkan lahan yang luas. Sistem utama hanya memerlukan ruang sekitar 12 kaki persegi, bahkan tersedia versi skala kecil yang lebih praktis serta dapat digerakkan secara mobile.

“Aceh masih dalam kondisi lingkungan yang relatif baik, tetapi mulai terjadi polusi. Sebelum masalah ini menjadi parah, kita harus bertindak sejak dini. Saya sudah meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan agar mengambil kesempatan ini,” tambahnya.

Baca Juga :  Wakili Pangdam IM, Kasdam IM resmi Tutup TMMD ke-124 di Jantho Kabupaten Aceh Besar.

Sementara itu, Sekretaris DLHK Aceh, Jul Rahmady, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut membahas solusi konkret terhadap persoalan sampah di Aceh.

“Selama ini masalah utama kita ada di sampah, terutama di TPA yang tidak tertangani dengan baik. Pemilahan sampah belum berjalan maksimal, sehingga volumenya bisa mencapai ratusan ton per hari. Pihak Singapura menawarkan mesin pengolahan limbah yang sudah terbukti berhasil di sana, baik untuk limbah cair, padat, industri, hingga B3,” jelasnya.

Menurut Jul, DLHK Aceh menanggapi positif tawaran ini karena sejalan dengan arahan Wali Nanggroe untuk mencari solusi persoalan limbah di Aceh.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Banda Aceh

Disdik Aceh Sosialisasikan Hasil Survei Persepsi Anti Korupsi dan Kualitas Pelayanan

Berita

Wabup Syukri Hadiri Munas APKASI ke-25 di Minahasa Utara

Banda Aceh

Wali Kota Banda Aceh Meraih Baznas Award 2025

Banda Aceh

Densus 88 Tangkap Dua ASN di Aceh, Diduga Terlibat Terorisme

Banda Aceh

Komisi III DPRK Minta Pemko Banda Aceh Anggarkan Dana untuk Perawatan Rusunawa

Berita

Wagub Harap Bepro Jadi Mitra Pemerintah Aceh

Berita

Pengambilan Sumpah Jabatan & Pelantika Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sabang, Gubernur Aceh Dorong Pengembangan Kawasan Pelabuhan dan Perdagangan

Aceh Besar

Kejari Aceh Besar Eksekusi Terpidana Korupsi Pembangunan Puskesmas Lamtamot