Home / Aceh / News / Pemerintah Aceh

Selasa, 7 Oktober 2025 - 20:38 WIB

Wagub Fadhlullah: Perdamaian Bisa Bertahan karena Masyarakat Aceh Teguh pada Komitmen

REDAKSI - Penulis Berita

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, saat menerima kunjungan peserta Diklat BIN, di Aula Rumah Dinas Wakil Gubernur Aceh, Selasa (7/10/2025)

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, saat menerima kunjungan peserta Diklat BIN, di Aula Rumah Dinas Wakil Gubernur Aceh, Selasa (7/10/2025)

Banda Aceh  – Masyarakat Aceh terkenal akan keteguhannya pada komitmen. Hal ini menjadi salah satu faktor bertahannya perdamaian di Bumi Serambi Mekah.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, saat menerima kunjungan peserta Diklat BIN, di Aula Rumah Dinas Wakil Gubernur Aceh, Selasa (7/10/2025) malam.

“Perjanjian Damai antara Pemerintah RI dengan Gerakan Aceh Merdeka, yang ditandatangani di Helsinki pada 15 Agustus 2025 silam, telah berlangsung selama 20 tahun. Banyak pihak bertanya, kenapa damai Aceh bisa berlangsung lama? Salah satu faktornya adalah keteguhan orang Aceh pada sebuah komitmen,” ujar Wagub.

“Pertanyaan ini pula yang banyak diutarakan para Duta Besar negara sahabat yang hadir pada Peringatan Hari Damai Aceh beberapa waktu lalu,” imbuh pria yang akrab disapa Dek Fadh itu.

Baca Juga :  Istri Nelayan Pusong Curhat ke Istri Pj Gubernur

Sebagaimana diketahui, Peringatan Hari Damai Aceh ke-20, dihadiri oleh 14 kedutaan besar. Bahkan 4 Dubes hadir langsung pada peringatan yang berlangsung di Balee Meuseuraya Aceh itu.

Wagub mengungkapkan, masyarakat Aceh sangat menyadari bahwa tidak ada kemenangan dalam peperangan, tidak ada ketenangan dalam peperangan, yang ada hanya kerugian dan penderitaan bagi semua. Karena itu, perdamaian adalah satu-satunya cara untuk menghadirkan kemenangan bagi semua.

“Atas dasar inilah kami masyarakat Aceh berkomitmen untuk terus menjaga perdamaian. Meski beberapa butir Memorandum of Understanding yang disepakati di Helsinki belum seluruhnya ditepati, kami tetap berkomitmen menjaga perdamaian ini, demi menghadirkan suasana nyaman di tengah masyarakat,” ucap Dek Fadh.

Baca Juga :  Jejak Berdarah Oknum TNI AL: Dari Aceh ke Papua, Rakyat Jadi Korban

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban ini juga diisi dengan diskusi dan tanya jawab dari para peserta Diklat BIN dengan Wagub Aceh.

Kepada para peserta Diklat, Wagub juga menceritakan sejarah singkat konflik di Tanoh Rencong hingga upaya merajut damai di Bumi Serambi Mekah.

Sebelumnya, Ketua Tim Diklat BIN Soemirati Baskoro menjelaskan, peserta Diklat dibagi dalam 2 tim. Satu tim ke Aceh dan satu tim lainnya ke Sulawesi Utara.

Baca Juga :  Kota Banda Aceh Tambah 2 Unit Mobil Damkar untuk Tingkatkan Pelayanan

Baskoro menjelaskan, dipilihnya kedua daerah ini sebagai locus studi kasus di daerah perbatasan dan daerah pasca konflik.

Satu tim ke Aceh, satu tim ke Sulawesi Utara, karena study kasusnya di Manado dan Banda Aceh. Study kasus di daerah perbatasan dan daerah pasca konflik, untuk memperkaya pengetahuan para peserta Diklat.

“Terima kasih atas kesediaan Pak Wagub menerima kunjungan kami. Insya Allah, kami optimis, duet maut Pak Mualem dengan Pak Fadhlullah yang berasal dari akar rumput ini mampu membawa Aceh menjadi jauh lebih baik,” ujar Baskoro.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

News

Wagub Lakukan Peninjauan Wahana Manasik Pesawat Pertama di Indonesia

Banda Aceh

DPMPTSP Aceh Fasilitasi Rencana Investasi Budidaya Ayam Petelur dan Pabrik Refinery Minyak Sawit

Banda Aceh

Kadinsos Banda Aceh Lakukan Monitoring Stok Beras CPP

Nasional

Sukses Lakukan Uji Operasi, TransNusa Siap Beroperasi Kembali

Daerah

Ketua PKK Aceh Berikan Bimbingan Gampong Gammawar di Aceh Tamiang

Daerah

Syukuran HUT ke-71 Penerangan TNI AD, Kapendam IM : Tanpa Dukungan Media Kami Tidak Berarti

News

Wagub Fadlullah: Sinergi Kunci Keberhasilan Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang

Daerah

Kemenkumham Sumsel : Pengeluaran Bupati Muara Enim Nonaktif Kewenangan MA