BANDA ACEH – Meningkatnya tensi geopolitik global memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat terkait ketersediaan bahan bakar minyak (BBM).
Menanggapi hal tersebut, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh dari Fraksi Partai NasDem, Teuku Iqbal Djohan SE, mengimbau seluruh warga untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying.
Menurut Iqbal Djohan, aksi memborong BBM justru berpotensi memicu antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Banda Aceh.
Hal ini tidak hanya mengganggu kelancaran lalu lintas, tetapi juga dapat menciptakan kesan kelangkaan semu, padahal pasokan sebenarnya masih terjamin.
“Kami memahami kekhawatiran masyarakat akibat berita yang beredar terkait situasi internasional.
Namun, kami meminta agar tidak terbawa emosi dan melakukan pembelian sesuai kebutuhan saja. Panic buying justru akan memperburuk situasi dan membuat antrean semakin panjang,” ujar Iqbal Djohan.
Ia juga menegaskan bahwa pihak terkait telah memastikan stok BBM di wilayah Banda Aceh dan sekitarnya dalam kondisi aman serta distribusi berjalan normal. Pemerintah dan perusahaan energi nasional terus berkoordinasi untuk menjaga ketersediaan pasokan agar tetap stabil meskipun ada dinamika di tingkat global.
“Jangan sampai kekhawatiran yang tidak berdasar justru menjadi masalah baru. Mari kita bersikap bijak, membeli secukupnya, dan percaya bahwa sistem pasokan energi kita telah dirancang untuk menghadapi berbagai situasi,” tambahnya.
Selain itu, Iqbal Djohan juga mengajak masyarakat untuk selalu mengandalkan informasi resmi dari sumber yang terpercaya, agar tidak mudah terpengaruh oleh berita hoaks atau isu yang tidak jelas kebenarannya.(**)
Editor: Redaksi




















