Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, memberikan apresiasi atas tingkat kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mencapai 99,65 persen pada hari pertama masuk kerja pasca libur Lebaran.
Apresiasi ini disampaikan saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan unit layanan di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh.
“Alhamdulillah, kehadiran ASN pada hari pertama kerja berada dalam kondisi yang sangat baik. Ini capaian yang patut kita apresiasi, sekaligus menjadi standar yang harus terus dijaga,” ujar Illiza.
Dalam sidak tersebut, Wali Kota didampingi oleh Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Jalaluddin, Asisten III Bidang Administrasi Umum M. Nurdin, Kepala BKPSDM Emila Sovayana, serta pimpinan SKPK lainnya. Selain memantau kehadiran ASN, Wali Kota juga memastikan kesiapan layanan publik kepada masyarakat.
Hasil pantauan menunjukkan capaian yang sangat membanggakan. Tingkat kehadiran ASN tercatat mencapai 99,65 persen dari total 6.324 pegawai yang tersebar di 44 OPD. Sebagian kecil yang tidak hadir diketahui memiliki alasan yang sah sesuai ketentuan, seperti sakit dan cuti.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga memastikan kesiapan layanan publik, mulai dari jam operasional hingga responsivitas petugas.
Ia menegaskan bahwa disiplin tidak hanya diukur dari kehadiran fisik, tetapi juga dari kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.
Menurutnya, momentum pasca Ramadan dan Idulfitri harus menjadi titik balik untuk memperkuat etos kerja. Nilai-nilai kebaikan yang dilatih selama bulan suci diharapkan terus diterapkan dalam tugas sehari-hari.
“Sidak ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi pengingat bahwa pengabdian sebagai ASN tidak boleh terputus oleh libur panjang. Kita harus kembali dengan kesiapan penuh untuk melayani masyarakat,” tegasnya.
Illiza juga menyoroti pentingnya peran pimpinan OPD untuk memberikan keteladanan dalam menjaga budaya kerja yang disiplin dan profesional.
Pemerintah Kota (Pemko) sendiri memiliki mekanisme tegas dalam menindak pelanggaran disiplin, namun tetap mengedepankan pendekatan pembinaan dan kesadaran individu.
Dalam konteks pelayanan, saat ini Indeks Kepaasan Masyarakat (IKM) berada pada angka 85,7 dengan kategori baik, dan ditargetkan terus ditingkatkan menjadi kategori sangat baik.
Pemanfaatan teknologi seperti absensi elektronik dan pengukuran kinerja digital juga terus diperkuat demi transparansi dan akuntabilitas.
“Disiplin itu bukan sekadar hadir tepat waktu, tetapi bagaimana waktu itu digunakan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Illiza.
Ia pun mengajak seluruh ASN menjadikan momen ini sebagai awal baru meningkatkan integritas.
“Bekerja bukan hanya menjalankan tugas, tetapi sebagai bentuk amanah yang harus dipertanggungjawabkan, tidak hanya kepada masyarakat, tetapi juga kepada Allah SWT,” tutupnya.(**)
Editor: Redaksi




















