BANDA ACEH – Banda Aceh kini genap menginjak usia ke-821 tahun. Usia yang panjang menjadikan kota yang dahulu dikenal dengan nama Kutaraja ini sebagai salah satu kota tua di Nusantara yang penuh sejarah.
Melalui berbagai dinamika dan pergolakan zaman, Banda Aceh terus tumbuh, menjaga semangat, dan martabatnya. Menyambut momen bersejarah ini, Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Daniel Abdul Wahab, membagikan pandangannya mengenai capaian, tantangan, serta harapan untuk masa depan kota ini, (22/04/2026).
Berikut wawancara lengkapnya:
1. Apa makna HUT Banda Aceh tahun ini bagi Anda?
“HUT Banda Aceh harus menjadi momen evaluasi bersama. Apa yang sudah berhasil kita lanjutkan, kita pertahankan. Namun, apa yang belum maksimal, harus berani kita perbaiki demi kesejahteraan rakyat.”
2. Bagaimana Anda menilai capaian pembangunan selama ini?
“Sudah banyak kemajuan yang kita raih, namun tantangan masih sangat nyata. Fokus kita ke depan adalah memastikan dampak pembangunan benar-benar dirasakan hingga ke tingkat gampong, tidak hanya terpusat di pusat kota.”
3. Apa prioritas utama yang harus diusung ke depan?
“Prioritas kami sangat jelas: pelayanan publik yang cepat dan mudah, ekonomi rakyat yang tumbuh menggeliat, serta pendidikan yang berkualitas dan merata. Intinya adalah pembangunan yang berkeadilan.”
4. Bagaimana DPRK melihat kinerja Pemerintah Kota saat ini?
“Kami mengapresiasi segala hal yang sudah berjalan baik. Namun, fungsi pengawasan akan terus kami perkuat. Tujuannya agar setiap kebijakan yang diambil tepat sasaran dan benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat.”
5. Menurut Anda, apa tantangan terbesar Banda Aceh saat ini?
“Tantangan terbesar bukan hanya soal membangun infrastruktur, tetapi memastikan keadilan. Agar seluruh warga tanpa terkecuali dapat merasakan manfaat dari kemajuan kota ini.”
6. Bagaimana pandangan Anda terkait ekonomi dan kesejahteraan masyarakat?
“Ekonomi harus tumbuh dari bawah. UMKM, pasar rakyat, dan pelaku usaha kecil harus menjadi perhatian utama, bukan hanya mengandalkan sektor-sektor besar saja.”
7. Apa pesan khusus untuk generasi muda Banda Aceh?
“Anak muda adalah masa depan kota ini. Kami ingin mereka menjadi generasi yang kreatif, mandiri, dan berani mengambil peran aktif dalam pembangunan daerah.”
8. Bagaimana pandangan DPRK soal transparansi pengelolaan anggaran?
“Transparansi bukan lagi soal pilihan, melainkan kewajiban. Setiap rupiah anggaran negara harus jelas manfaatnya dan bisa dipertanggungjawabkan kepada publik.”
9. Apa komitmen DPRK ke depannya?
“Kami akan terus memperkuat fungsi pengawasan dan memastikan seluruh kebijakan daerah benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat banyak.”
10. Pesan terakhir untuk masyarakat Banda Aceh?
“Kemajuan kota ini adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, partisipasi masyarakat adalah kuncinya. Banda Aceh adalah kota kita, mari kita jaga bersama kota tercinta.(**)
Editor: Redaksi





















