Home / News / Parlementarial

Selasa, 12 Mei 2026 - 23:17 WIB

Komisi III DPRA Gelar Rapat Kerja Bahas Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Investasi Aceh

REDAKSI - Penulis Berita

Hj. Aisyah Ismail, S.Ag., besama anggota komisi lll DPRA, menggelar rapat kerja  bersama Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dsn Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh pada (12/5/2026).

Hj. Aisyah Ismail, S.Ag., besama anggota komisi lll DPRA, menggelar rapat kerja  bersama Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dsn Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh pada (12/5/2026).

Banda Aceh – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menggelar rapat kerja strategis bersama Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh pada (12/5/2026).

Rapat ini bertujuan untuk meninjau, mengevaluasi, dan merumuskan langkah pengelolaan kekayaan alam serta pelayanan investasi agar lebih optimal dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Aceh.

Ketua Komisi III DPRA, Hj. Aisyah Ismail, S.Ag., menegaskan bahwa rapat ini merupakan wujud pelaksanaan fungsi pengawasan dan pengendalian di bidang investasi, pengelolaan sumber daya alam, serta perizinan usaha di Aceh.

Baca Juga :  DPRA dan Pemerintah Aceh Selesaikan Pembahasan Perubahan APBA 2023

“Komisi III memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan setiap kegiatan investasi dan pengelolaan kekayaan alam kita berjalan sesuai aturan, transparan, dan memberikan kontribusi maksimal bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujar Hj. Aisyah.

Baca Juga :  Wagub Aceh Perkuat Koordinasi dengan Kemendagri dan Satgas PRR untuk Penguatan Fiskal Daerah serta Percepatan Pemulihan Aceh

Dalam pembahasan, Komisi III menyoroti dua persoalan utama: penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh sektor industri dan rendahnya realisasi pendapatan daerah dari sektor pertambangan emas.

Komisi III menilai potensi penerimaan daerah dari kedua sektor ini belum tergali secara maksimal akibat lemahnya pengawasan, ketidakjelasan data produksi, serta praktik perizinan yang belum tertib dan akuntabel.

“Kita melihat sendiri, aktivitas penambangan berjalan, industri-industri besar beroperasi dan mengonsumsi BBM dalam jumlah besar, tapi apa yang diterima daerah masih sangat minim,” tegas Hj. Aisyah.

Baca Juga :  Kapolda Aceh Brigjen Marzuki Ali Basyah Silaturahmi dengan Mualem

Hasil rapat kerja ini menghasilkan kesepakatan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh izin usaha di sektor pertambangan dan energi, menyempurnakan mekanisme pemungutan pendapatan daerah, serta menyederhanakan namun memperketat sistem perizinan.

Komisi III juga meminta kedua dinas terkait untuk menyusun rencana aksi konkret dan melaporkan perkembangannya secara berkala.(**)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Daerah

Pangdam IM Pelopori Budidaya Udang Vaname Untuk Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

News

Resmi Pimpin Golkar Nagan Raya, TRK: Akan Kibarkan Bendera Beringin di Seluruh Pelosok

Aceh

Disdik Dayah Aceh Kerahkan 38 Relawan untuk Penanganan Bencana Hidrometeorologi di Aceh Timur

Banda Aceh

Irwansyah Imbau Warga Tidak Panic Buying BBM: “Stok Aman, Jangan Biarkan Oknum Nakal Memanfaatkan Situasi!”

News

Abu Lamkawe Wafat,  Pj Gubernur Safrizal: Aceh Kehilangan Sosok Panutan

News

Antar Bantuan Pemkot Mojokerto, Wali Kota Illiza Disambut Hangat Warga Aceh Utara

News

Kapolda Aceh Sambut Kunjungan Komisi III DPR RI, Bahas Tantangan Implementasi KUHP dan KUHAP

News

Gubernur Mualem Ajak Orang Tua Antar Anak di Hari Pertama Sekolah