Home / Uncategorized

Minggu, 14 Juni 2026 - 09:46 WIB

Plt Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Tekankan Pentingnya Ilmu, Ukhuwah, dan Lingkungan Belajar yang Aman

REDAKSI - Penulis Berita

Pelaksana Tugas Plt Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Muhsin S.Pd, M.Pd, menghadiri peringatan Gema Muharram 1448 Hijriah yang digelar di Dayah Tauthiatud Thullab, Sabtu (13/6/2026).

Pelaksana Tugas Plt Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Muhsin S.Pd, M.Pd, menghadiri peringatan Gema Muharram 1448 Hijriah yang digelar di Dayah Tauthiatud Thullab, Sabtu (13/6/2026).

Bireuen  – Suasana khidmat menyelimuti Dayah Tauthiatud Thullab pada Sabtu, 13 Juni 2026, saat peringatan Gema Muharram 1448 Hijriah digelar. Acara yang dihadiri oleh ratusan santri dan masyarakat sekitar ini turut dihadiri oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Muhsin S.Pd, M.Pd. Kehadirannya menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perhatian serius terhadap peran vital pendidikan dayah sebagai benteng pembentukan karakter generasi muda Aceh.

Majelis akbar yang dipimpin oleh ulama kharismatik Aceh, Abon Arongan, ini tidak hanya menjadi ajang refleksi keagamaan melalui zikir, tausiah, dan doa bersama, tetapi juga menjadi forum penting untuk menyampaikan pesan-pesan kebangsaan dan moral kepada para santri. Muhsin S.Pd, M.Pd, dalam pidatonya, menggarisbawahi tiga pilar utama yang harus menjadi fokus para santri dalam menuntut ilmu.

Pertama, Muhsin menekankan pentingnya fokus dalam menuntut ilmu. Ia mengingatkan bahwa masa muda adalah waktu terbaik untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya, baik ilmu agama maupun ilmu pengetahuan umum yang akan membekali mereka di masa depan. “Jangan pernah berhenti belajar, karena ilmu adalah cahaya yang akan menerangi jalan hidup kalian,” ujar Muhsin dengan penuh semangat.

Baca Juga :  Dukung PON ke-21, DLH Aceh Besar bersama Keuchik di Lampuuk Gelar Gotong Royong

Kedua, ia menyoroti pentingnya menjaga ukhuwah islamiyah di lingkungan dayah. Muhsin berpesan agar para santri senantiasa membangun kebersamaan, saling menghargai, dan mempererat tali persaudaraan. “Di dalam dayah, kalian adalah satu keluarga. Jaga persaudaraan ini, karena ukhuwah adalah modal penting dalam proses belajar dan meraih keberkahan ilmu,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa ilmu yang berkah sejatinya lahir dari hati yang bersih dan hubungan yang harmonis antar sesama santri.

Pesan ketiga yang disampaikan Muhsin adalah mengenai penciptaan suasana belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan atau bullying. Ia secara tegas melarang segala bentuk perilaku yang merendahkan atau menyakiti sesama teman. “Dayah selama ini dikenal sebagai rumah ilmu yang menumbuhkan adab sebelum ilmu. Oleh karena itu, menjaga akhlak mulia dan sikap saling tolong menolong harus menjadi budaya harian kita, mulai dari ruang kelas, asrama, hingga surau,” imbaunya.

Baca Juga :  Mualem Terbangkan Bantuan ke Daerah Terisolasi Aceh Timur dan Bener Meriah

Muhsin juga mengingatkan bahwa kompetisi dalam belajar adalah hal yang sehat, namun tidak boleh sampai menjatuhkan atau menyakiti orang lain. “Cerdas itu penting, tetapi cerdas tanpa adab akan melukai orang lain. Santri yang sejati adalah yang ilmunya bermanfaat bagi sesama dan sikapnya senantiasa meneduhkan,” tambahnya, menekankan bahwa kecerdasan harus dibarengi dengan akhlak yang luhur.

Lebih lanjut, Muhsin menyatakan keyakinannya akan potensi besar para santri untuk menjadi generasi unggul yang berakhlak mulia dan memiliki daya saing tinggi. Di era digital yang serba cepat ini, ia berpesan agar santri tidak hanya menguasai kitab-kitab agama, tetapi juga cakap dalam berpikir kritis, berani berinovasi, dan siap mengambil peran strategis untuk kemajuan umat. “Teruslah tekun belajar demi masa depan umat. Bangun disiplin diri, jaga waktu dengan baik, dan manfaatkan setiap kesempatan yang ada untuk menambah ilmu, baik ilmu agama maupun ilmu yang menunjang kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Baca Juga :  Pj Bupati Aceh Barat Hadiri Launching Virtual Akun Baitul Mal Kerjasama dengan BSI

Di sela-sela kegiatan, Muhsin secara khusus memohon doa restu dan sinergi dari para ulama, khususnya Abon Arongan. Ia mengakui bahwa kemajuan pendidikan dayah di Serambi Mekah tidak dapat dicapai hanya oleh pemerintah semata. “Kerja sama yang erat antara pemerintah dan para ulama adalah kunci agar setiap program kerja dinas dapat berjalan optimal dan tepat sasaran,” ungkapnya.

Muhsin menutup pidatonya dengan menegaskan kembali visi pendidikan dayah. “Pendidikan dayah tidak hanya bertujuan mencetak individu yang pintar secara akademis, tetapi yang lebih utama adalah melahirkan kader ulama yang cerdas, beradab, dan memiliki komitmen kuat untuk senantiasa menjaga nilai-nilai luhur Islam di tengah masyarakat,” pungkasnya.(**)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Mukab Kadin Abdya Dilaksanakan Sesuai Tahapan

Uncategorized

Tol Pekanbaru-Bangkinang Diresmikan Langsung Oleh Presiden RI

Uncategorized

Sekda Wakili Pj Bupati Aceh Barat Hadiri Rapat Paripurna DPRK untuk Penetapan Program Legislasi

Uncategorized

Partai Gerindra Aceh Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim di Pidie Jaya

Uncategorized

Bupati Aceh Besar Hadiri Peletakan Batu Pertama Masjid Nuur Ar Radhiyyah di RSU Putri Bidadari

Uncategorized

Bupati Aceh Besar Imbau Warga Tetap Tenang, Stok BBM dan Pangan Aman Hingga Idulfitri

Uncategorized

Silaturahmi Ramadan, NOA.co.id dan Acehnow.com Pererat Kemitraan dan Santuni Anak Yatim

Uncategorized

Polda Aceh Serahkan Ribuan Paket Daging Meugang untuk Personel Polri dan Awak Media Selama Dua Hari