BANDA ACEH — Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), H. Ilmiza Saaduddin Djamal, MBA, mengajak seluruh lapisan masyarakat menjadikan peringatan 21 Tahun Damai Aceh (15 Agustus 2005 – 15 Agustus 2026) sebagai momentum strategis untuk memperkuat persatuan, menjaga kekompakan, dan melanjutkan pembangunan daerah dalam suasana kondusif.
Melalui wawancara telepon pada Kamis (13/8/2026), Ilmiza menegaskan bahwa perdamaian yang dirasakan masyarakat Aceh hari ini merupakan buah dari proses panjang dan perjuangan besar yang memakan banyak pengorbanan. Oleh karena itu, merawat damai adalah kewajiban bersama seluruh elemen bangsa.
“Damai adalah pengingat bagi kita semua bahwa perdamaian itu tidak mudah. Ada perjuangan panjang di baliknya. Karena itu, momentum ini harus menjadi ruang bagi kita untuk bangkit bersama, menjaga kekompakan, dan memperkuat kebersamaan masyarakat Aceh,” ujar Ilmiza.
Dukung Pembangunan Aceh Mulia dan Refleksi Spiritual
Ilmiza menilai Hari Damai Aceh sangat penting dijadikan pijakan dalam memperkuat dukungan terhadap roda pembangunan daerah di bawah kepemimpinan Mualem–Dek Fadh. Menurutnya, rasa damai harus diwujudkan secara nyata lewat kerja kolaboratif dan mengesampingkan kepentingan pribadi atau kelompok demi mewujudkan cita-cita Aceh Mulia.
Selain aspek pembangunan fisik, ia juga mengimbau masyarakat untuk mengisi peringatan 15 Agustus dengan pencerahan spiritual melalui zikir dan doa bersama.
“Pada momentum peringatan damai Aceh, mari kita banyak berzikir dan berdoa. Kita bersyukur kepada Allah agar perdamaian ini terus mendapat rahmat dan kita senantiasa berada dalam keberkahan serta kedamaian di Aceh,” tutur Ketua Komisi VII DPRA tersebut.
Edukasi Generasi Muda dan Nilai Kehidupan Sehari-hari
Secara khusus, Ilmiza menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam melestarikan nilai-nilai perdamaian. Ia berharap sejarah perjalanan damai Aceh terus diwariskan agar generasi penerus memahami bahwa kedamaian dan stabilitas adalah modal utama dalam membangun masa depan yang maju dan sejahtera.
Mengakhiri keterangannya, ia mengajak seluruh tokoh masyarakat, pemuda, dan pemerintah untuk memperkuat sinergi dalam merawat perdamaian di dalam bingkai NKRI.
“Menjaga damai bukan hanya memperingati 15 Agustus setiap tahun, tetapi bagaimana nilai persatuan, kebersamaan, dan ketenangan itu kita praktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Damai ini milik kita semua dan harus terus kita rawat bersama,” pungkas Ilmiza.(**)
Editor: Redaksi























