ACEH TAMIANG – Anggota DPRA Dapil 7 Langsa–Aceh Tamiang, Nora Idah Nita, SE, MM, menyerap berbagai aspirasi masyarakat saat menggelar kegiatan reses di sejumlah wilayah Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (15/10/2026). Warga menyampaikan tiga persoalan utama yang mendesak penanganan pemerintah.
Kegiatan reses yang berlangsung dialogis ini menjadi wadah warga untuk menyampaikan langsung kondisi riil di lapangan pascabanjir yang melanda beberapa kecamatan.
1. Tanggul Jebol Diminta Segera Diperbaiki
Masyarakat di Kecamatan Seruway dan Bendahara melaporkan kerusakan tanggul yang belum tertangani pascabanjir. Warga meminta pemerintah mempercepat pembangunan dan perbaikan tanggul untuk mengantisipasi banjir susulan, mengingat curah hujan yang masih tinggi.
“Dari hasil pertemuan dengan masyarakat, kami menerima keluhan terutama terkait mendesaknya pembangunan tanggul di Seruway dan Bendahara. Ini soal keselamatan warga. Jangan tunggu banjir susulan baru kita bertindak,” ujar Nora di Karang Baru.
2. Maraknya Pencurian dan Peredaran Narkoba*
Warga juga menyampaikan keresahan atas meningkatnya kasus pencurian dan peredaran narkoba pascabanjir. Kondisi sosial yang belum stabil pascabencana dinilai dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Nora meminta aparat penegak hukum menindaklanjuti secara serius, karena keresahan yang tidak ditangani berisiko memicu tindakan main hakim sendiri di tengah masyarakat.
“Persoalan pencurian dan narkoba ini harus menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Jangan sampai warga mengambil tindakan sendiri karena merasa tidak aman. Keamanan warga harus jadi prioritas,” tegasnya.
3. Bantuan Pascabanjir Belum Merata*
Sebagian warga mengaku belum menerima bantuan pascabanjir, termasuk bantuan jaminan hidup, perabotan rumah tangga, dan stimulan perbaikan rumah. Nora menekankan pemulihan pascabencana tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga pemulihan ekonomi keluarga terdampak.
Menurutnya, koordinasi antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat diperlukan agar bantuan tepat sasaran dan tidak menimbulkan kecemburuan sosial.
“Harapan masyarakat ini perlu menjadi perhatian bersama, baik pemerintah provinsi maupun pusat, terutama dalam mempercepat penanganan dampak banjir dan mengantisipasi bencana berikutnya. Pemulihan ekonomi keluarga sama pentingnya dengan perbaikan tanggul,” kata Nora.
Seluruh aspirasi tersebut, lanjut Nora, akan diperjuangkan dan dibahas lebih lanjut sesuai kewenangannya di DPRA, baik melalui komisi terkait maupun dalam pembahasan dengan mitra eksekutif.(**)
Editor: Redaksi






















