ACEH TAMIANG – Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Aceh Tamiang sejak Ahad, 11 Oktober 2026, menyebabkan sejumlah sungai meluap dan merendam pemukiman warga. Hingga Senin (12/10/2026), bencana banjir telah merendam 18 desa di delapan kecamatan, memaksa ratusan kepala keluarga mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Aceh Tamiang, berikut desa-desa yang terdampak:
-Kecamatan Tenggulun: Simpang Kiri, Tenggulun, Rimba Sawang, Suka Makmur, Tebing Tinggi
-Kecamatan Kejuruan Muda: Alur Selebu, Tanjung Genteng
-Kecamatan Karang Baru:Sukajadi, Tanjung Karang
-Kecamatan Bendahara: Marlempang, Balai
-Kecamatan Bandar Pusaka: Babo, Batu Badulang, Pengidam
-Kecamatan Tamiang Hulu: Rongoh, Bandar Khalifah
-Kecamatan Seruway: Gelung
-Kecamatan Rantau: Alur Manis
Lokasi Jumlah Mengungsi
Bandar Khalifah (Tamiang Hulu) 150 KK
Alur Selebu (Kejuruan Muda) 110 KK
Simpang Kiri (Tenggulun) 50 KK
Tenggulun 30 KK
Suka Makmur 20 KK
Rongoh 20 KK
Gelung (Seruway) 15 rumah terendam
Kondisi semakin mengkhawatirkan karena tanggul di sungai Kampung Marlempang, Kecamatan Bendahara, dilaporkan putus. Di kawasan Bandar Khalifah, Kecamatan Tamiang Hulu, ketinggian air mencapai satu meter.
Debit Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Kiri di Kecamatan Tenggulun juga masih terus meningkat dan membawa material sampah, yang berpotensi memperburuk genangan di titik-titik hilir.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tamiang, Iman Suhery, mengimbau masyarakat tetap waspada dan mengambil langkah-langkah pencegahan:
“Kepada masyarakat diimbau agar menghindari arus banjir dan tidak melintasi jalan yang tergenang. Segera menuju tempat lebih tinggi apabila air terus naik,” pesan Iman, Senin (12/10/2026).
Ia juga meminta warga segera mengamankan dokumen penting dan barang berharga agar tidak rusak tergenang air.
Hingga saat ini, BPBD Aceh Tamiang terus memantau perkembangan di sejumlah lokasi terdampak. Petugas juga melakukan pendataan kerusakan dan kerugian secara bertahap, serta menyiapkan personel dan peralatan darurat untuk membantu warga yang membutuhkan evakuasi. Pemerintah kabupaten juga bersiap mendirikan dapur umum di titik-titik pengungsian jika kondisi semakin memburuk.
Masyarakat diimbau tetap waspada mengingat curah hujan masih berpotensi turun di wilayah hulu yang dapat meningkatkan debit air sungai secara tiba-tiba.(**)
Editor: Redaksi






















