BANDA ACEH – Anggota DPRK Banda Aceh, Teuku Iqbal Djohan, S.E., turun langsung menemui masyarakat dalam kegiatan reses di kawasan Lamteumen Timur, Sabtu (31/10/2026).
Kegiatan reses yang menjangkau wilayah Kecamatan Banda Raya dan Jaya Baru itu menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada wakil rakyat.
Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini dihadapi, mulai dari meningkatnya biaya hidup, terbatasnya lapangan pekerjaan, hingga persoalan infrastruktur dan lingkungan.
Sejumlah warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengungkapkan kondisi ekonomi keluarga yang semakin berat. Kenaikan biaya kebutuhan hidup menjadi salah satu keluhan utama, sementara peluang mendapatkan pekerjaan dinilai masih terbatas.
Di sisi lain, pelaku usaha kecil juga mengharapkan perhatian pemerintah, khususnya dalam bentuk bantuan permodalan yang mudah diakses. Mereka menilai dukungan modal sangat dibutuhkan agar usaha yang dijalankan dapat berkembang dan memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga.
Warga berharap pemerintah kota lebih serius membuka peluang kerja serta menghadirkan program pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama bagi pelaku usaha mikro dan kecil.
Selain persoalan ekonomi, masyarakat turut menyoroti kondisi infrastruktur lingkungan yang dinilai masih membutuhkan perhatian pemerintah.
Beberapa persoalan yang disampaikan antara lain lampu penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah titik yang mati dan tidak berfungsi. Kondisi tersebut dinilai mengganggu keamanan serta kenyamanan masyarakat, khususnya ketika beraktivitas pada malam hari.
Warga juga mengeluhkan masih adanya ruas jalan di lingkungan gampong yang belum dilengkapi penerangan memadai.
Persoalan lain yang tidak kalah penting adalah kondisi jalan berlubang dan saluran drainase yang tersumbat. Ketika hujan turun, genangan air bahkan dapat muncul dalam waktu singkat dan berpotensi menyebabkan banjir di kawasan permukiman.
Masyarakat berharap pemerintah segera melakukan perbaikan jalan, membersihkan saluran drainase, serta memastikan fasilitas penerangan jalan berfungsi sebagaimana mestinya.
Menurut warga, persoalan tersebut mungkin terlihat sederhana, tetapi dampaknya sangat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari, terutama menyangkut keselamatan, kenyamanan, dan kesehatan lingkungan.
Menyimak berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat, Teuku Iqbal Djohan menegaskan bahwa kegiatan reses bukan sekadar agenda formal atau rutinitas anggota legislatif.
Menurutnya, reses merupakan kesempatan penting bagi wakil rakyat untuk mendengar secara langsung kondisi, kebutuhan, serta persoalan yang dihadapi masyarakat di daerah pemilihan.
“Reses ini bukan sekadar agenda formal. Ini adalah kesempatan bagi kami untuk mendengar langsung apa yang dirasakan masyarakat. Setiap keluhan dan masukan yang disampaikan akan kami bawa ke pemerintah kota dan dinas terkait. Kami akan terus mengawal proses penanganannya sampai ada solusi nyata,” ujar Iqbal.
Ia menyatakan akan memperjuangkan berbagai aspirasi tersebut melalui koordinasi dan komunikasi dengan Pemerintah Kota Banda Aceh serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Iqbal juga menekankan pentingnya tindak lanjut terhadap persoalan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, terutama penerangan jalan, perbaikan infrastruktur lingkungan, penanganan drainase, serta dukungan terhadap perekonomian warga.
Baginya, hasil reses harus menjadi bahan perjuangan dan pengawasan legislatif agar aspirasi masyarakat tidak berhenti sebatas catatan dalam pertemuan.
Ia berharap pemerintah kota dapat memberikan perhatian serius terhadap berbagai persoalan yang disampaikan warga sehingga program pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di tingkat gampong.
Melalui kegiatan reses tersebut, Iqbal berkomitmen untuk terus mengawal aspirasi masyarakat hingga mendapatkan perhatian dan tindak lanjut dari pemerintah sesuai kewenangan serta kemampuan anggaran daerah.(**)
Editor: Redaksi























