Home / Daerah / News

Jumat, 7 Januari 2022 - 09:53 WIB

Nelayan di Lhokseumawe Ajukan Permohonan Suntik Mati

REDAKSI - Penulis Berita

Ilustrasi suntik mati. (Istockphoto/ Baona)

Aceh – Nelayan bernama Nazaruddin Razali (59), warga Desa Pusong, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Aceh mengajukan permohonan suntik mati atau eutanasia ke pengadilan negeri setempat.

Dia mengaku tertekan dengan kebijakan Pemerintah Kota Lhokseumawe yang akan merelokasi keramba budidaya ikan di Waduk Pusong.

“Jika pemerintah tidak peduli lagi kepada kami para petani keramba di Waduk Pusong, saya minta disuntik mati saja di depan Wali Kota Lhokseumawe beserta Muspika Banda Sakti,” kata Nazaruddin, Kamis (6/1) dikutip dari Antara.

Nazaruddin Razali mendaftarkan permohonan suntik mati tersebut ke Pengadilan Negeri Lhokseumawe pada 6 Januari 2022. Permohonan tersebut sudah teregistrasi dengan nomor surat PNL LSM-01-2022-KWS.

Nazaruddin Razali mengatakan permohonan tersebut karena menilai negara tidak berpihak kepada nelayan keramba yang sudah turun-temurun menggantungkan hidup di waduk tersebut untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Saya harus menanggung beban untuk membiayai kehidupan istri dan tiga anak-anak serta dua cucu. Jika usaha keramba budidaya ikan digusur, bagaimana nasib kami. Makanya lebih baik saya disuntik mati saja,” kata Nazaruddin Razali.

Selain itu, kata Nazaruddin, dirinya kesulitan ekonomi sejak Pemerintah Kota Lhokseumawe mengumumkan air Waduk Pusong tercemar limbah. Akibat pengumuman tersebut, menurutnya masyarakat takut untuk membeli ikan hasil budidaya para nelayan keramba di Waduk Pusong, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.

“Katanya air waduk mengandung limbah. Padahal, kami sudah puluhan tahun makan ikan budi daya di waduk dan juga setiap hari mandi, tapi tidak mengalami masalah kesehatan,” kata Nazaruddin.

Ia mengatakan dirinya semakin tertekan dan ketakutan, karena setiap harinya didatangi pihak kecamatan untuk segera mengosongkan lokasi budidaya keramba tersebut.

“Saya sangat trauma, karena setiap hari ada aparat yang datang. Kejadian ini mengingatkan saya seperti masa konflik masa lalu. Kami berharap penggusuran ini segera dibatalkan karena ini menyangkut dengan penghidupan kami,” kata Nazaruddin Razali.

 

 

 

 

Sumber : CNN Indonesia

Share :

Baca Juga

Daerah

157 Calon Paskibra Kabupaten Ketapang Jalani Seleksi

Daerah

Babinsa Posramil Peusangan Selatan Bersama Masyarakat Laksanakan Gotong Royong

Daerah

Pj. Bupati Pidie Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila

Nasional

Danjen Kopassus Tegaskan Eggi Sudjana bukanlah warga Korps Baret Merah

Daerah

4 SD di Kota Magelang Ikuti Vaksinasi Massal Dari BIN & PWO Magelang Raya

Daerah

Pemko Sabang dan Aceh Besar Sepaka Kendalikan Inflasi Bersama

Daerah

Bahas Sistem Pertanian, Babinsa Koramil 08/Gandapura Bantu Petani Menyemai Bibit Padi

BSI

Transformasi Teknologi BSI Tuntas, Bisnis Digital Siap Melaju Lebih Cepat