Home / Daerah

Sabtu, 10 Desember 2022 - 17:59 WIB

Kecelakaan Tambang Batu Bara di Sawahlunto Sumatera Barat 10 Warga Meninggal Dunia

REDAKSI - Penulis Berita

KSINews, Jakarta – Kecelakaan tambang batu bara yang terjadi di Prambahan, Kota Sawahlunto, pada Jumat (9/12) pukul 08.00 WIB, telah menyebabkan 10 orang meninggal dunia, 1 luka berat/kritis dan 1 luka ringan.

Para korban ditemukan pada kedalaman antara 100-300 meter. Pada saat ditemukan, para korban mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh.

Menurut informasi yang dihimpun oleh Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), korban yang mengalami luka berat/kritis telah dievakuasi ke RSUD Sawahlunto.

Sedangkan yang luka ringan telah mendapatkan perawatan intensif dan sudah diperbolehkan pulang.

Dalam laporan dari lapangan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sawahlunto, kronologi kejadian dari para saksi didapatkan bahwa pada pukul 08.00 WIB para pekerja masuk ke dalam tambang batu bara bawah tanah. Selang 15 menit kemudian terjadi kecelakaan hingga menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka.

Baca Juga :  Satreskrim Polres Metro Jakbar, Menerbitkan surat DPO Untuk Pengacara Natalia Rusli

“Pukul 08.00 WIB pekerja masuk, nah 15 menit kemudian kecelakaan terjadi,” ujar tim Pusdalops BPBD Kota Sawahlunto, Kurnia.

Sebelum masuk ke lubang tambang, petugas pengawas lubang telah memeriksa keamanan mulai dari kandungan metan, kadar oksigen dan kondisi ram penyangga dan sebagainya. Menurut kesaksiannya, beberapa hal tersebut dalam keadaan aman sesuai SOP yang berlaku.”Petugas lubang telah memeriksa semuanya dan aman,” jelas Kurnia.

Baca Juga :  Respon Cepat, Polres Ketapang Redakan Konflik Sosial Di Kecamatan Simpang Dua

Tim Penyelamat Kekurangan Oksigen

Proses pencarian dan pertolongan para korban sempat mengalami kendala oleh asap hitam pekat dan beberapa titik api. Di samping itu, banyaknya pintu mulai dari pintu utama yang hampir mencapai 80 lorong dari 13 pintu ke dua juga menyulitkan tim gabungan.

Sebanyak tujuh tim penyelamat gabungan yang sudah memiliki sertifikasi penyelamat tambang bawah tanah, bahkan harus dilarikan ke Puskesmas terdekat dan RSUD Sawahlunto karena menderita kekurangan oksigen.

“Tim penyelamat gabungan sempat menderita kekurangan oksigen dan harus dilarikan ke Puskesmas serta RSUD Sawahlunto. Alhamdulillah semuanya baik-baik saja,” ujar

Baca Juga :  Respon Cepat, Polres Ketapang Redakan Konflik Sosial Di Kecamatan Simpang Dua

BPBD Sawahlunto terus melakukan asesmen dan berkoodinasi dengan pihak-pihak terkait seperti Basarnas, TNI, Polri, Dinas Kesehatan dan lainnya guna penyelamatan dan evakuasi.

Pihak Kepolisian bersama tim dari Balai Diklat Tambang Bawah Tanah (BDTBT) Kementerian ESDM masih mengumpulkan data dan informasi mengenai kronologi kejadian dan keterangan lain yang diperlukan. Hingga saat ini, tim tersebut belum dapat menyimpulkan apakah kecelakaan itu merupakan sebuah ledakan atau ada fenomena yang lain. Tim masih terus menyelidiki muasal penyebab dari peristiwa tersebut.[]

Editor: DIMA/ATIN

Share :

Baca Juga

Daerah

Kodim 0111/Bireuen Bersama Polres Bireuen Laksanakan Simulasi Sispamkota “Operasi Mantap Praja Seulawah-2024

Daerah

Jelang MUBES IPMJ 5 Februari 2023, 5 calon Mendaftarkan diri, dr Hulaimi & Fahwal mewakili Generasi Milenial

Daerah

Berantas Narkoba, Sembilan Narapidana LP Kalianda Dipindahkan ke Nusakambangan

Daerah

PKN Kota Terdaftar di Kesbangpol Banda Aceh

Daerah

BPBK Abdya Pangkas Dahan Pohon di Jalan Komplek Perkantoran

Daerah

Kakanwil Kemenkumham Kalbar Hadiri Upacara Hari Bhayangkara ke-78

Daerah

Entrepreneurs Embrace In-House Fitness

Daerah

Jelang Ops Keselamatan Lodaya Berakhir, Unit Lantas Polsek Sukaraja Gencarkan Sosialisasi ETLE Mobile