Home / Banda Aceh / News / Parlementarial

Selasa, 15 Juli 2025 - 22:31 WIB

Fraksi Golkar, PPP dan PKB Sambut Baik Revisi Raqan Pajak dan Retribusi Daerah

REDAKSI - Penulis Berita

Banda Aceh, – Juru bicara Fraksi Golkar, PPP dan PKB Syarifah Munirah menyambut baik terhadap Perubahan Qanun Nomor I Tahun 2024 Tentang Pajak dan Retribusi Daerah. Hal ini disampaikan dalam rapat Paripurna Dewan Selasa (15/07/2025).

Syarifah Munirah menyampaikan pihaknya menyambut baik pembahasan perubahan qanun ini dan menjadi kesempatan juga untuk mengkaji ulang apabila ada materi-materi dalam qanun tersebut yang perlu penyesuaian untuk kesempurnaan Qanun ini, namun tentunya hasil evaluasi Kemendagri tersebut menjadi acuan utama kita dalam melakukan perubahan

Baca Juga :  Banda Aceh Dilanda Angin Kencang yang cukup Dahsyat

“Kami melihat semua rekomendasi perubahan dari Kemendagri sudah ditindaklanjuti perubahannya oleh Walikota, bahkan pada Pasal 74, 79, dan penambahan pasal 80A dan 80B yang sebenarnya tidak termasuk dalam evaluasi, namun ternyata ikut dilakukan perbaikan,” kata Syarifah Munirah

Polisitisi PPP ini juga menyampaikan beberapa saran dan masukan dari terhadap Qanun tentang Pajak dan Retribusi ini, diantaranta Terhadap PBB-P2, perlu dilakukan pemutakhiran data objek dan subjek pajak secara berkala agar sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

Baca Juga :  Diskusi Virtual DPW LPPKI DKI Jakarta, Kupas Peningkatan dan Pemberdayaan Konsumen melalui UMKM

Menurutnya Perlu juga dipertimbangkan pengurangan atau pembebasan pajak untuk rumah tangga miskin, rumah ibadah, dan fasilitas sosial. Kemudian kedepan agar dilakukan sosialisasi aktif untuk meningkatkan kesadaran wajib pajak dan menurunkan tunggakan. Terhadap BPHTB, saran kami agar dapat dipermudah proses pembayaran BPHTB dengan digitalisasi dan transparansi nilai transaksi.

Baca Juga :  PT Pupuk Iskandar Muda Melaksanakan Pengantongan Dan Pengapalan Akhir Tahun 2021

“Perlu suatu kebijakan untuk menetapkan pengurangan BPHTB untuk rumah pertama bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan perkuat pengawasan terhadap praktik transaksi fiktif dalam jual beli tanah, hal ini perlu dipikirkan suatu sistem pengawasan yang efektif,” tuturnya.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

News

Sinergi Lintas Instansi, KIE dan Vaksinasi Rabies Digelar di Bireuen

News

Kepala Staf Kepresidenan RI Mengapresiasi Polri atas Pembangunan Huntap di Aceh Tamiang

Parlementarial

Komisi VI DPRA Tinjau Sarana dan Prasarana Pendidikan di Aceh Tamiang

BSI

Lewat Implementasi Green Zakat, BSI Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Emas

Nasional

PKS : Cabut Permenaker Soal JHT karena Rugikan Pekerja!

Daerah

Lantik Banom Pemuda NWDI Sumbawa, Ini Pesan Ketum Jamaluddin Malady!

Parlementarial

Terkait PON XXI 2024, Pimpnan DPRA: Kemampuan Anggaran Aceh Saat Ini Terbatas

Bank Aceh

Bank Aceh Syariah Perkuat Permodalan, Terima Setoran Modal dari Pemkab Aceh Barat Daya