BANDA ACEH — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Aceh siap menggelar Musyawarah Daerah (MUSDA) VI pada Rabu (19/8/2026) di Hotel Muraya, Kyriad Banda Aceh. Forum tertinggi tingkat provinsi yang digelar lima tahun sekali ini dipastikan menjadi arena krusial dalam menentukan arah navigasi dan konsolidasi politik partai berlambang Bintang Mercy tersebut di Tanah Rencong.
Keseriusan DPP Partai Demokrat dalam mengawal arah kepemimpinan di Aceh ditunjukkan dengan kedatangan jajaran pimpinan pusat. Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrat, Dr. Ir. H. E. Herman Khaeron, M.Si., dijadwalkan terbang langsung ke Banda Aceh untuk membuka secara resmi helatan politik tersebut.
Steering Committee (SC) MUSDA VI Partai Demokrat Aceh, Erika Mulyani, mengonfirmasi kepastian kehadiran petinggi DPP tersebut serta kesiapan seluruh rangkaian acara.
“Sekjen DPP Partai Demokrat akan hadir langsung dan dijadwalkan membuka acara MUSDA VI secara resmi. Ini menunjukkan betapa pentingnya konsolidasi di Aceh bagi pimpinan pusat,” ujar Erika Mulyani saat memberikan keterangan pada Selasa (18/8/2026).
23 Ketua DPC Merapat ke Ibu Kota Provinsi
Guna menyukseskan agenda strategis ini, seluruh pimpinan tingkat kabupaten/kota dipastikan hadir secara penuh. Sebanyak 23 Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat dari seluruh penjuru Aceh telah menyatakan kesiapannya untuk mensukseskan MUSDA VI.
Meski acara seremonial pembukaan baru dijadwalkan berlangsung pada malam hari pukul 20.00 WIB, para pimpinan daerah dipastikan sudah tiba di Banda Aceh sejak Rabu pagi guna melakukan registrasi dan koordinasi awal.
“Ketua DPC dari 23 kabupaten/kota dipastikan seluruhnya sudah berkumpul pada Rabu pagi, karena seremonial pembukaan MUSDA baru akan dimulai tepat pukul 20.00 WIB di lokasi acara,” tambah Erika.
Bursa Calon Ketua DPD Mulai Memanas
MUSDA VI bukan sekadar ajang berkumpul rutin, melainkan momentum penentu figur yang akan menahkodai DPD Partai Demokrat Aceh untuk periode mendatang. Dinamika internal kian terasa seiring mencuatnya sejumlah nama kuat yang diperhitungkan mengisi kursi kepemimpinan.
Di antara nama-nama yang mengemuka ke publik, sosok drh. Nurdiansyah Alasta dan Sayuti Abubakar menjadi figur yang paling santer diperbincangkan. Keduanya disebut-sebut telah menggalang basis dukungan dari pengurus DPC di daerah, mengingat peta dukungan pemilik suara menjadi kunci utama dalam mekanisme penetapan bakal calon.
Hadirnya seluruh pemegang hak suara dari 23 kabupaten/kota bersama perwakilan DPP menjadikan MUSDA VI sebagai panggung konsolidasi paling menentukan. Kepemimpinan baru yang lahir dari forum ini diharapkan mampu memperkuat soliditas partai serta merumuskan langkah strategis dalam menghadapi berbagai agenda politik mendatang di Aceh.
Editor: Redaksi























