Home / News / Pemerintah Aceh

Kamis, 15 Januari 2026 - 17:35 WIB

Pimpin Groundbreaking Rehabilitasi Lahan Sawah Terdampak Bencana di Aceh Utara

REDAKSI - Penulis Berita

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, SE mendampingi serta menerima bantuan Kementerian Peduli Bencana yang diserahkan kan oleh Menteri Pertanian RI. Amran Sulaiman, Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto dan beberapa Anggota DPR RI di desa Pinto Makmur, Aceh Utara, Kamis, (15/01/2026).

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, SE mendampingi serta menerima bantuan Kementerian Peduli Bencana yang diserahkan kan oleh Menteri Pertanian RI. Amran Sulaiman, Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto dan beberapa Anggota DPR RI di desa Pinto Makmur, Aceh Utara, Kamis, (15/01/2026).

Aceh Utara — Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman memimpin langsung kegiatan groundbreaking rehabilitasi lahan sawah terdampak bencana di Kabupaten Aceh Utara, Kamis (15/01/2026), sebagai langkah strategis pemerintah dalam memulihkan produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan nasional pascabencana hidrometeorologi.

Menteri Pertanian tiba di Aceh melalui Bandara Malikussaleh. Dalam rombongan yang sama turut hadir Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediaty Haryadi (Titiek Soeharto) serta beberapa anggota DPR RI lainnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri RI Bima Arya Sugiarto, Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, SE, MM, unsur Forkopimda Aceh dan Aceh Utara, jajaran pemerintah kabupaten/kota, serta perwakilan kelompok tani dan tokoh masyarakat.

Baca Juga :  Pj Ketua TP PKK Safriati: Ayah adalah Sosok Penting Membangun Keluarga Samara

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Aceh menyampaikan apresiasi atas besarnya dukungan Kementerian Pertanian kepada Aceh sejak awal bencana.

Bantuan pangan telah dikirimkan melalui berbagai moda transportasi, mulai dari pesawat, kapal TNI AL, hingga ratusan truk dari Medan menuju wilayah terdampak di Aceh.

Bantuan pangan Kementerian Pertanian kepada Aceh disalurkan dalam lima tahap, yakni 9,7 ton melalui pesawat Airbus A-400, 120 ton melalui KRI Banda Aceh (593), 330 ton melalui KRI Surabaya (591), 140 ton melalui KRI Makassar (590), serta sekitar 430 ton melalui 200 unit truk dari Medan.

Baca Juga :  Pembukaan Festival GAYAIN Aceh Di Blang Padang Berlangsung Meriah, Wali Kota Illiza: Wadah Pelestarian Budaya

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa dukungan pemerintah pusat tidak berhenti pada fase tanggap darurat, tetapi berlanjut hingga pemulihan dan pembangunan kembali sektor pertanian.

Untuk mendukung percepatan rehabilitasi lahan sawah di Aceh Utara, Kementerian Pertanian juga menyalurkan pupuk urea, benih padi, traktor roda dua, serta traktor roda empat.

Baca Juga :  Wakil Bupati Aceh Besar Ikuti Groundbreaking 205 Unit SPPG Polri untuk Dukung Program Pangan dan Gizi

Program rehabilitasi lahan akan dilakukan bertahap dengan memprioritaskan sawah rusak ringan hingga sedang yang mencapai sekitar 90–95 persen, agar petani dapat segera kembali menanam dan berproduksi.

Skema ini juga dirancang berbasis padat karya sehingga petani dapat terlibat langsung dan memperoleh penghasilan selama proses pemulihan.

Melalui kegiatan groundbreaking ini, pemerintah memulai langkah jangka panjang untuk membangkitkan kembali sektor pertanian Aceh yang terdampak bencana serta menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Aceh Besar

Komit Kendalikan Inflasi, Pemkab Aceh Besar Terus Pantau Dinamika Harga Pasar

Daerah

Penghentian JKA, Usman Lamreung ini Bom Waktu Kegagalan Pemerintah Aceh

News

Dirlantas Polda Aceh Peduli Pencari Tiram di Kawasan ALUENAGA Aceh Besar

News

Dinas Peternakan Aceh Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik dari Komisi Informasi Aceh

News

Raih Antusiasme Pasar, sukuk ESG BSI Rp9 triliun atau oversubscribe tiga kali lipat

Pemerintah Aceh

Wagub Aceh Buka Puasa Bersama Korban Bencana di Huntara Pidie Jaya

News

21 Tahun Damai Aceh, Ketua Komisi VII DPRA Ilmiza Saaduddin Djamal Ajak Warga Perkuat Persatuan dan Zikir Bersama

Daerah

Pemerintah Aceh Tanggung Semua Biaya Pemulangan Syarifah dari Malaysia