BANDA ACEH – Di tengah hiruk pikuk pembangunan nasional, H Ruslan M. Daud, atau yang akrab disapa HRD, tampil sebagai representasi suara Aceh di Komisi V DPR RI.
Sebagai anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) yang telah mengabdi selama dua periode sejak 2019, HRD tak hanya sekadar menduduki kursi legislatif, namun menjelma menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan pembangunan infrastruktur Aceh yang berkeadilan.
Dalam pertemuan hangat dengan insan pers pada Senin (30/3/2026), HRD dengan lugas memaparkan betapa vitalnya peran Komisi V dalam memastikan konektivitas antarwilayah, memperkuat integrasi ekonomi antar daerah, serta meningkatkan kuantitas dan kualitas infrastruktur agar pembangunan dapat dirasakan secara merata dan berkelanjutan oleh seluruh masyarakat Aceh.
“Komisi V adalah tulang punggung pembangunan nasional, khususnya dalam sektor infrastruktur dan perhubungan.
Kami tidak hanya fokus pada legislasi, tetapi juga pengawasan dan penganggaran yang menyangkut pembangunan fisik, konektivitas, dan mobilitas masyarakat Aceh,” tegas mantan Bupati Bireuen ini.
Dengan semangat membara, HRD menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat Aceh di Senayan.
Baginya, Komisi V adalah wadah strategis untuk mengawal pembangunan berkelanjutan di Aceh, terutama dalam mengawasi serta memberikan masukan terhadap kebijakan pemerintah yang menyangkut transportasi darat, laut dan udara, pembangunan jalan, jembatan, hingga sarana perumahan rakyat serta berbagai infrastruktur lainnya.
“Saya akan terus berjuang agar pembangunan infrastruktur di Aceh tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga memperhatikan aspek sosial dan lingkungan.
Pembangunan harus inklusif dan berkelanjutan, sehingga dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi seluruh masyarakat Aceh,” pungkas HRD dengan nada penuh keyakinan.(**)
Editor: Redaksi




















