Banda Aceh – Plt. Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Bapak Marzuki, S.Ag., MH, menegaskan pentingnya sinergi yang kuat dari seluruh elemen masyarakat dalam upaya penanggulangan narkoba di Aceh.
Hal ini disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Narkoba Tahun 2026 yang diselenggarakan bersama Lembaga Pemerhati dan Advokasi Syariat Islam (LEPADSI) di Hotel Kyriad Muraya, Banda Aceh, Rabu (22/4/2026).
Menurut Bapak Marzuki, kondisi darurat narkoba di Aceh membutuhkan langkah-langkah strategis dan terpadu yang melibatkan berbagai pihak. “Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri.
Kita membutuhkan dukungan dari aparat penegak hukum, tokoh agama, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, keluarga, dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memerangi narkoba,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bapak Marzuki menjelaskan bahwa Dinas Syariat Islam Aceh memiliki peran penting dalam upaya pencegahan narkoba melalui program-program yang berfokus pada pembinaan mental dan spiritual masyarakat.
“Kami terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya narkoba melalui kegiatan-kegiatan dakwah, penyuluhan, dan pelatihan,” katanya.
Rakor ini juga menjadi ajang untuk menyusun strategi yang lebih efektif dalam menanggulangi narkoba di Aceh.
Hadir dalam acara tersebut Kepala BNN Provinsi Aceh Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, tokoh nasional Azwar Abubakar, serta kalangan akademisi, yang memberikan masukan dan dukungan terhadap upaya penanggulangan narkoba di Aceh.
Diharapkan, rakor ini dapat menghasilkan langkah-langkah konkret yang dapat diimplementasikan secara bersama-sama untuk mewujudkan Aceh yang bersih dari narkoba.(**)
Editor: Redaksi



















