BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang telah menyelimuti sejumlah wilayah di Aceh sejak 13 Oktober 2026.
Berdasarkan data BMKG per 16 Oktober 2026, kabut asap menyebabkan penurunan kualitas udara, terutama peningkatan partikel halus PM2,5 yang berisiko memicu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), iritasi mata, hingga gangguan kardiovaskular.
Berikut 7 Imbauan Gubernur Mualem:
1. Hentikan pembakaran terbuka
–baik untuk membuka lahan, membakar sisa pertanian, maupun sampah, karena memperburuk pencemaran udara.
2. Pengendara lebih berhati-hati
– nyalakan lampu kendaraan, kurangi kecepatan, dan berhenti di lokasi aman jika jarak pandang terbatas.
3. Kurangi aktivitas di luar ruangan
– terutama saat kualitas udara memburuk. Gunakan masker yang tepat jika harus keluar rumah.
4. Lindungi kelompok rentan
– bayi, balita, anak-anak, ibu hamil, lansia, dan penderita penyakit kronis harus lebih dijaga.
5. Jaga kesehatan di dalam rumah
– tutup pintu dan jendela saat asap pekat, perbanyak minum air putih, dan terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
6. Fasilitas kesehatan siaga 24 jam
–RSUD, puskesmas, klinik, dan pos kesehatan diwajibkan siap melayani warga dengan keluhan sesak napas, batuk, atau iritasi mata.
7. Aktifkan posko penanganan karhutla –
pemerintah kabupaten/kota diminta memperkuat koordinasi lintas sektor bersama TNI, Polri, dan pemangku kepentingan.
Mualem mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang namun tidak lengah, serta memantau informasi resmi melalui situs http://www.bmkg.go.id atau aplikasi InfoBMKG.
“Kewaspadaan bersama dan kepedulian terhadap kelompok rentan diharapkan dapat melindungi keluarga kita dari dampak kabut asap,” ujarnya.(**)
Editor: Redaksi























