BANDA ACEH – Menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait isu ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh Dapil Syiah Kuala–Ulee Kareng, Tuanku Muhammad, S.Pd.I., M.Ag., mengimbau warga untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang belum terverifikasi.
Ia juga meminta pemerintah untuk segera memberikan penjelasan yang komprehensif guna meredakan keresahan di tengah masyarakat.
Isu mengenai stok BBM yang disebut hanya cukup untuk 20 hari ke depan belakangan ini beredar luas dan dikaitkan dengan situasi geopolitik global.
Akibatnya, sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Banda Aceh mengalami peningkatan antrean kendaraan.
Tuanku Muhammad mengatakan, pihaknya memahami kekhawatiran masyarakat, namun ia menekankan pentingnya untuk tidak panik dan tetap mengedepankan informasi yang valid.
“Kami mengerti bahwa masyarakat merasa khawatir dengan isu ini.
Namun, kami mengimbau agar kita semua tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang justru dapat memperkeruh suasana,” ujarnya di Banda Aceh, Rabu (5/3/2026).
Lebih lanjut, Tuanku Muhammad menyoroti kondisi Aceh yang masih berupaya bangkit pascabanjir bandang pada November 2025 lalu.
Ia berharap, masyarakat tidak semakin terbebani dengan isu-isu yang belum jelas kebenarannya.
“Kita baru saja melewati masa sulit akibat banjir.
Mari kita jaga suasana yang kondusif dan percayakan kepada pemerintah untuk mengatasi masalah ini,” imbuhnya.
Tuanku Muhammad berharap pemerintah dapat segera memberikan klarifikasi dan langkah-langkah konkret untuk memastikan ketersediaan BBM di Aceh tetap aman dan stabil.
Dengan demikian, masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan tenang dan tanpa kekhawatiran.(**)
Editor: Redaksi





















