Banda Aceh – Suasana haru dan khidmat mewarnai Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, pada Senin (20/4/2026) saat seorang pemuda bernama Edi Setiawan mengikrarkan dua kalimat syahadat, resmi menjadi seorang Muslim.
Prosesi pensyahadatan ini disaksikan langsung oleh Plt. Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Bapak Marzuki, S.Ag., MH, serta sejumlah pejabat dan jamaah.
Edi, yang sebelumnya beragama Katolik dan merupakan warga asli Banda Aceh keturunan Tionghoa, mantap memilih Islam sebagai keyakinannya setelah mempelajari ajaran Islam secara mendalam.
“Saya masuk Islam dengan hati yang tulus dan tanpa ada paksaan dari pihak manapun. Saya sudah mempelajari Islam cukup lama dan merasa menemukan ketenangan hati serta kebenaran dalam ajaran ini,” ungkap Edi usai prosesi.
Keputusan Edi untuk tetap menggunakan nama aslinya, Edi Setiawan, juga menjadi perhatian. Menurutnya, nama tersebut sudah memiliki makna yang baik dan bernuansa Islami, sehingga tidak perlu diganti.
Kisah Edi semakin mengharukan karena ia merupakan yatim piatu sejak bencana gempa dan tsunami Aceh 2004 silam. Kakaknya, yang telah lebih dulu memeluk Islam dan bernama Yunus, turut hadir memberikan dukungan.
Plt. Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Bapak Marzuki, menyambut gembira kehadiran Edi sebagai saudara baru dalam Islam. Ia berharap Edi dapat memperdalam ilmu agama dan menjadi pribadi yang taat serta bermanfaat bagi masyarakat.
“Kami mengucapkan selamat datang kepada saudara Edi Setiawan. Semoga ini menjadi awal kehidupan yang barokah dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT,” kata Marzuki.
Masjid Raya Baiturrahman menjadi saksi bisu bagi perjalanan spiritual banyak orang. Sepanjang tahun 2026, sudah enam orang yang memeluk Islam di masjid kebanggaan Aceh ini, termasuk warga negara asing dari Eropa dan Australia.(**)
Editor: Redaksi





















