Home / Ekonomi / Nasional / News / Pemerintah

Kamis, 16 Juli 2026 - 22:00 WIB

MENKEU PURBAYA: MELEMAHNYA RUPIAH DISebabkan SENTIMEN GLOBAL – UMKM JADI KUNCI KEMBALI KUAT!

REDAKSI - Penulis Berita

Purbaya saat ditemui di Alun-alun Kidul, Kota Yogyakarta, pada Kamis (16/7/2026).

Purbaya saat ditemui di Alun-alun Kidul, Kota Yogyakarta, pada Kamis (16/7/2026).

YOGYAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai bahwa melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS disebabkan oleh sentimen global dan kondisi pasar dunia, yang berada di luar kendali Pemerintah Indonesia. Meski demikian, ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki keunggulan utama berupa ekosistem Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang sangat aktif dan berkembang.

“Tumbuhnya UMKM juga memberikan dampak positif pada stabilitas sosial politik. Usaha-usaha seperti UMKM yang terlibat di sini juga bisa hidup, lama-lama juga rupiah akan menguat. Karena orang akan berinvestasi di tempat yang ekonominya tumbuh dengan baik dan stabilitas sosial politiknya terjaga,” ujar Purbaya saat ditemui di Alun-alun Kidul, Kota Yogyakarta, pada Kamis (16/7/2026).

Baca Juga :  Sekda Aceh Besar Hadiri Lauching Pengabdian Masyarakat Dalam Rangka HUT ke-63 FKH 

Pihaknya memastikan akan terus memperhatikan perkembangan ekonomi UMKM di seluruh Indonesia. “Dan kita akan pastikan dari Kementerian Keuangan dan pemerintah, bahwa ekonomi UMKM diperhatikan ke depannya,” ucapnya dengan tegas.

BUNGA PINJAMAN USAHA MIKRO DITURUNKAN DARI 22% MENJADI 8%

Sebagai bentuk perhatian negara kepada UMKM, pemerintah telah menurunkan bunga pinjaman usaha mikro dari 22 persen menjadi 8 persen. “Itu salah satu indikasi keberpihakan Bapak Presiden Prabowo terhadap ekonomi Indonesia, utamanya ekonomi rakyat dan UMKM,” beber Purbaya.

Baca Juga :  Polres Bener Meriah Syukuran,HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-66, Berjalan Secara Sederhana

Menurutnya, pemerintah saat ini sedang fokus dalam memperkuat ekosistem UMKM agar perekonomian nasional tidak terlalu bergantung dengan kondisi global yang tidak dapat dikendalikan. “Jadi kita fokus di situ saja, karena kita tidak bisa kendalikan global. Selama saya jaga ekonomi dalam negeri, harusnya kita tidak usah takut,” pungkasnya.

RUPIAH MENGUAT 0,45% KE LEVEL RP 17.986 PER DOLAR AS

Pada hari yang sama, nilai tukar Rupiah di pasar spot menunjukkan perkembangan positif saat penutupan perdagangan. Rupiah menguat 82 poin atau 0,45 persen ke level Rp 17.986 per dolar Amerika Serikat. Analis Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pemerintah tengah menyiapkan berbagai langkah fiskal dan kebijakan pasar untuk mengendalikan inflasi, terutama yang bersumber dari komoditas pangan bergejolak (volatile food), serta meningkatnya biaya industri.

Baca Juga :  Mursyidah, Pengurus IGI Aceh, Pimpin Program Trauma Healing untuk Anak-Anak Terdampak Bencana

“Berbagai langkah mitigasi disiapkan untuk menjaga laju inflasi, khususnya komponen volatile food dan kenaikan biaya produksi yang berpotensi mendorong harga barang,” jelas Ibrahim.(**)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Pemerintah

Gubernur Ridwan Kamil Umumkan Pengoperasian Angkutan Massal Bandung Raya Go Green

Daerah

Ketua SPS Aceh Hadiri Acara Penobatan UMKM Binaan PEMA

Aceh

Komisi VII DPRA Menyerah Hasil Pembahasan  Perubahan Raqan Aceh Nomor 10 Tahun 2018 Tentang Baitul Mal.

News

Illiza Ajak Warga Hadiri Dakwah Akbar Bersama Syeikh Reza Abdul Jabbar dan Peggy Melati Sukma di Bustanussalatin

Daerah

Ketua Jasa Bireuen Jak Ta Pusaboh Droe

Nasional

Sebagai Ketua BP3OKP, Wapres Akan Sambangi 4 Provinsi di Wilayah Papua

Nasional

Ketua KPK Berikan Pembekalan Antikorupsi Kepada 469 Sespimmen Polri

Aceh

Pemkab Aceh Besar Siap Dukung Pembangunan Gedung Pendidikan Bahasa Arab LIPIA