Home / News / Parlementarial

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:03 WIB

Harga Semen Melonjak, Kak IIN: Ada yang Memanfaatkan Kesulitan Rakyat, Harus Segera Diusut!

REDAKSI - Penulis Berita

Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Hj. Aisyah Ismail atau yang akrab disapa Kak IIN

Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Hj. Aisyah Ismail atau yang akrab disapa Kak IIN

BANDA ACEH — Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Hj. Aisyah Ismail atau yang akrab disapa Kak IIN, melontarkan kritik keras atas lonjakan harga semen di sejumlah wilayah Aceh yang dinilai semakin membebani masyarakat, khususnya di tengah masa pemulihan pascabencana. Ia menegaskan tidak boleh ada pihak yang memanfaatkan situasi sulit dengan menaikkan harga secara tidak wajar demi keuntungan pribadi.

Harga semen yang sebelumnya berkisar Rp70.000–Rp75.000 per sak kini melonjak hingga sekitar Rp105.000 per sak. Kondisi ini dinilai tidak wajar, apalagi Aceh memiliki pabrik semen sendiri, Semen Bangun Andalas (SBA) di Aceh Besar, yang seharusnya menjaga kelancaran pasokan dan kestabilan harga.

Baca Juga :  Muhammad Rizky Mewakili Ketua DPRA Hadiri Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan BPK

“Aceh punya pabrik semen. Mengapa harga justru melonjak? Apa persoalannya di lapangan, bagaimana distribusinya, dan siapa yang mengambil keuntungan berlebihan? Semua ini harus dijelaskan,” tegas Kak IIN.

Komisi III Segera Panggil Pihak Terkait
Sebagai langkah pengawasan, Komisi III DPRA akan memanggil manajemen SBA beserta seluruh pihak dalam rantai distribusi untuk mengikuti rapat kerja. Dewan akan menanyakan secara menyeluruh kapasitas produksi, ketersediaan pasokan, jalur penyaluran, serta penetapan harga dari pabrik hingga ke tangan konsumen.

Baca Juga :  Serda Cecep Babinsa Koramil 10/Pandrah Tinjau Warga  Yang Terdampak Banjir

Kak IIN juga mendesak Pemerintah Aceh melalui instansi terkait untuk segera turun melakukan inspeksi ke distributor, agen, hingga toko bangunan. Tujuannya: memastikan tidak ada penimbunan, hambatan penyaluran, maupun praktik permainan harga yang merugikan rakyat.

Hasil pengawasan wajib diserahkan kepada Komisi III DPRA. Jika ditemukan pelanggaran, langkah tegas akan diambil.

Baca Juga :  Wakil Ketua DPRA Menghadiri Peringatan Hari Pahlawan Ke-80 Tahun 2025

“Aceh belum sepenuhnya pulih dari bencana. Jangan ada yang mengambil kesempatan di tengah kesulitan. Kami berdiri bersama rakyat dan akan mengawal ini sampai harga kembali wajar, pasokan terjamin, dan hak masyarakat terlindungi,” ujar Kak IIN menegaskan.

Komisi III DPRA berkomitmen terus memantau persoalan ini hingga akar masalah terungkap secara transparan, sehingga tercipta distribusi yang sehat dan harga yang adil bagi seluruh masyarakat Aceh.(**)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

News

Silaturahmi dengan PWI Nagan Raya, Anggota DPRA Edi Kamal: Kemitraan Harus Terus Ditingkatkan

News

Kabupaten Pidie Juara Umum Kejurda Tenis Meja Se Aceh Tahun 2021

News

Gubernur Aceh Berikan Bonus Untuk Atlet Aceh Peraih Medali PON Papua

News

Pembuatan Akun SPMB Diperpanjang hingga Besok, Kadisdik Aceh Ingatkan Larangan Pungli

News

Kanwil BPN Provinsi Aceh Adakan Coffeemorning Dengan Insan Pers

Nasional

Perluas Akses Pendidikan, Jawa Tengah Jalin Kerja Sama dengan Malaysia

Agama

Dinas Pendidikan Dayah Aceh dan Satpol PP-WH Perkuat Sinergi Penerapan Syariat Islam

Aceh Besar

Diiringi Guyuran Hujan Deras dan Dentuman Rapai, Wabup Syukri Buka Meunasah Krueng Fair 2025