Home / Banda Aceh / News / Parlementarial

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Pimpin Upacara di SD Negeri 44 Banda Aceh, Wakil Ketua DPRK Banda Aceh Musriadi Aswad Serukan Stop Bullying di Sekolah

REDAKSI - Penulis Berita

Wakil Ketua II DPRK Banda Aceh, Dr Musriadi Aswad MPd, bertindak sebagai pembina upacara bendera di SD Negeri 44 Kota Banda Aceh, Senin (12/10/2026).

Wakil Ketua II DPRK Banda Aceh, Dr Musriadi Aswad MPd, bertindak sebagai pembina upacara bendera di SD Negeri 44 Kota Banda Aceh, Senin (12/10/2026).

BANDA ACEH – Wakil Ketua II DPRK Banda Aceh, Dr. Musriadi Aswad, M.Pd., menegaskan pencegahan perundungan (bullying) dan kekerasan di sekolah membutuhkan keterlibatan guru, orang tua, pemerintah, dan masyarakat secara bersama-sama. Penegasan itu disampaikannya saat bertindak sebagai pembina upacara bendera di SD Negeri 44 Kota Banda Aceh, Senin (12/10/2026).

Sekolah Harus Jadi Tempat yang Aman

Musriadi menyampaikan bahwa perundungan bukan sekadar candaan antarsiswa, melainkan perilaku yang dapat merusak kepercayaan diri, memengaruhi kondisi psikologis, dan mengganggu semangat belajar anak.

Baca Juga :  Dinas Perhubungan Aceh Raih Predikat Informatif Terbaik Kedua dalam Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik 2025

“Anak-anak harus merasa aman dan nyaman di sekolah. Jangan sampai ada siswa yang takut datang ke sekolah karena diejek, dihina, dikucilkan, atau mendapatkan perlakuan kasar,” ujar Musriadi.

Pesan untuk Siswa: Saling Menghormati dan Berani Melapor

Ia mengajak para siswa membangun persahabatan yang sehat, saling menghormati, menghargai perbedaan, serta tidak menjadikan kekurangan orang lain sebagai bahan ejekan. Siswa juga diminta berani melapor kepada guru jika melihat atau mengalami perundungan.

Baca Juga :  Berikut Isi SE Kemenkes RI Terkait Vaksinasi COVID-19 Dosis Lanjutan

“Jangan menyakiti teman, baik melalui perkataan maupun perbuatan. Jika melihat teman dirundung, jangan ikut menertawakan atau membiarkannya. Laporkan kepada guru,” pesannya.

Sinergi Guru dan Orang Tua Kunci Utama

Musriadi menekankan pentingnya sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendeteksi serta mencegah perundungan sejak dini. Sekolah perlu menindaklanjuti setiap laporan secara serius dan adil dengan mengutamakan keselamatan serta kepentingan terbaik anak.

Baca Juga :  Komisi VI DPRA Tinjau Sarana dan Prasarana Pendidikan di Aceh Tamiang

“Pendidikan bukan hanya membuat anak-anak menjadi pintar, tetapi juga membentuk mereka menjadi pribadi yang berakhlak, menghargai sesama, dan bertanggung jawab. Sekolah harus menjadi tempat tumbuhnya karakter positif, bukan tempat berkembangnya rasa takut,” tegasnya.

Musriadi berharap seluruh warga sekolah dan orang tua memperkuat komitmen bersama agar setiap siswa dapat belajar dengan tenang, tumbuh secara sehat, dan meraih masa depan tanpa dibayangi rasa takut.(**)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Banda Aceh

Ketua DPRK Banda Aceh: Gaji PPPK Diusulkan Ditanggung APBN, Peluang Jadi Penuh Waktu Semakin Terbuka

Parlementarial

Tinjau Langsung Kemajuan Stadion Lhong Raya, Rizal Falevi Kirani: Jangan Sampai Venue Tidak Siap, Aceh Jadi Malu

Parlementarial

Ketua DPRA Pimpin Paripurna Bahas Raqan Pertanggungjawaban APBA Bersama Gubernur Aceh

Agama

Kadis Syariat Islam Aceh dan Kepala BKA Bahas Pemenuhan Kebutuhan Da’i di Wilayah Perbatasan

Daerah

Kadivpas Sultra Pimpin Sertijab Kepala LPKA Kendari

News

SEKDA ACEH DORONG PERCEPATAN REHABILITASI LAHAN PERTANIAN

Daerah

Polda Aceh Fasilitasi Audiensi Penyelesaian HGU Lahan Antara PT Bumi Flora dengan Masyarakat Aceh Timur

Nasional

MALANG JADI PUSAT PERHATIAN, PRESIDEN PRABOWO HADIRI PANEN RAYA TEBU – SEJUMLAH MENTERI JUGA HADIRI AGENDA BERBAGAI!