BANDA ACEH – Wakil Ketua II DPRK Banda Aceh, Dr. Musriadi Aswad, M.Pd., menegaskan pencegahan perundungan (bullying) dan kekerasan di sekolah membutuhkan keterlibatan guru, orang tua, pemerintah, dan masyarakat secara bersama-sama. Penegasan itu disampaikannya saat bertindak sebagai pembina upacara bendera di SD Negeri 44 Kota Banda Aceh, Senin (12/10/2026).
Sekolah Harus Jadi Tempat yang Aman
Musriadi menyampaikan bahwa perundungan bukan sekadar candaan antarsiswa, melainkan perilaku yang dapat merusak kepercayaan diri, memengaruhi kondisi psikologis, dan mengganggu semangat belajar anak.
“Anak-anak harus merasa aman dan nyaman di sekolah. Jangan sampai ada siswa yang takut datang ke sekolah karena diejek, dihina, dikucilkan, atau mendapatkan perlakuan kasar,” ujar Musriadi.
Pesan untuk Siswa: Saling Menghormati dan Berani Melapor
Ia mengajak para siswa membangun persahabatan yang sehat, saling menghormati, menghargai perbedaan, serta tidak menjadikan kekurangan orang lain sebagai bahan ejekan. Siswa juga diminta berani melapor kepada guru jika melihat atau mengalami perundungan.
“Jangan menyakiti teman, baik melalui perkataan maupun perbuatan. Jika melihat teman dirundung, jangan ikut menertawakan atau membiarkannya. Laporkan kepada guru,” pesannya.
Sinergi Guru dan Orang Tua Kunci Utama
Musriadi menekankan pentingnya sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendeteksi serta mencegah perundungan sejak dini. Sekolah perlu menindaklanjuti setiap laporan secara serius dan adil dengan mengutamakan keselamatan serta kepentingan terbaik anak.
“Pendidikan bukan hanya membuat anak-anak menjadi pintar, tetapi juga membentuk mereka menjadi pribadi yang berakhlak, menghargai sesama, dan bertanggung jawab. Sekolah harus menjadi tempat tumbuhnya karakter positif, bukan tempat berkembangnya rasa takut,” tegasnya.
Musriadi berharap seluruh warga sekolah dan orang tua memperkuat komitmen bersama agar setiap siswa dapat belajar dengan tenang, tumbuh secara sehat, dan meraih masa depan tanpa dibayangi rasa takut.(**)
Editor: Redaksi























