Home / Banda Aceh / News / Pemko Banda Aceh

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:56 WIB

Pemko Banda Aceh Perkuat Kapasitas Guru dalam Penerapan Pendidikan Inklusif.

REDAKSI - Penulis Berita

Sekda Kota Banda Aceh Jalaluddin menghadiri peralihan dari pendidikan anak usia dini (PAUD), Kegiatan tersebut berlangsung di Balee Keurukon, Balai Kota Banda Aceh, Senin (5/10/2026), 

Sekda Kota Banda Aceh Jalaluddin menghadiri peralihan dari pendidikan anak usia dini (PAUD), Kegiatan tersebut berlangsung di Balee Keurukon, Balai Kota Banda Aceh, Senin (5/10/2026), 

BANDA ACEH — Pemerintah Kota Banda Aceh mendorong penguatan kompetensi guru sekolah dasar dalam menerapkan pendidikan inklusif melalui kegiatan pelatihan identifikasi dan pendampingan peserta didik. Kegiatan tersebut berlangsung di Balee Keurukon, Balai Kota Banda Aceh, Senin (5/10/2026), dengan melibatkan guru SD dari seluruh wilayah kota.

Workshop bertajuk Identifikasi dan Pendampingan Peserta Didik dalam Pendidikan Inklusif itu dihadiri Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh, Jalaluddin. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman tenaga pendidik terhadap keberagaman karakteristik dan kebutuhan belajar siswa.

Baca Juga :  Sambut HUT RI ke-80, Polsek Simpang Tiga Gelar Masak Kuah Pliek U Bersama Ibu Keuchik

Dalam sambutannya, Jalaluddin menyampaikan bahwa setiap anak memiliki potensi serta karakteristik yang berbeda. Karena itu, proses pendidikan perlu disesuaikan dengan kemampuan, cara berkomunikasi, dan kebutuhan masing-masing peserta didik.

Menurutnya, pendidikan inklusif tidak cukup hanya dengan memberikan kesempatan kepada anak berkebutuhan khusus untuk bersekolah di sekolah reguler. Lingkungan pendidikan juga harus mampu memberikan rasa aman, menghormati perbedaan, serta memastikan seluruh siswa memperoleh kesempatan belajar yang setara.

Baca Juga :  Januari 2022, Aceh Alami Inflasi 1,04 Persen

Jalaluddin turut menekankan pentingnya proses peralihan dari pendidikan anak usia dini (PAUD) menuju sekolah dasar. Ia berharap masa transisi tersebut berlangsung secara menyenangkan dan tidak menimbulkan tekanan bagi anak, sehingga mereka dapat menjalani kegiatan belajar dengan nyaman.

Untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang inklusif, ia mendorong para guru menerapkan sejumlah langkah, mulai dari menciptakan suasana sekolah yang aman, menumbuhkan empati dan toleransi, meningkatkan kepekaan terhadap kebutuhan siswa, hingga memperkuat komunikasi dan kerja sama dengan orang tua.

Baca Juga :  Terkait Penangkapan PSK di Abdya, Begini Tanggapan Wakil Ketua DPRK Abdya

Pada kesempatan itu, Jalaluddin mengapresiasi Kelompok Kerja Bunda PAUD, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, narasumber, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan workshop.

Ia juga meminta para peserta memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memperdalam pengetahuan dan menerapkannya dalam kegiatan pembelajaran di sekolah masing-masing. Dengan demikian, penguatan pendidikan inklusif diharapkan dapat diwujudkan melalui praktik nyata, bukan hanya pemahaman secara konseptual.(**)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Pemko Banda Aceh

Wali Kota Illiza Minta ASN Banda Aceh Full Senyum Saat Layani Warga

News

Irfansyah DPRA; Muda Seudang Dinilai Mampu Lanjutkan Perjuangan Partai Aceh

Hukrim

Kapolda Aceh Hadiri Pemusnahan Barang Milik Negara Hasil Penindakan Bea Cukai

News

KAPPAH Aceh : Selamat Hari Bhayangkara ke 78 “Polri Pengayom dan Pelindung Rakyat”.

News

Kembangkan Peternakan Ayam Kampung, Solusi Bangun Andalas Dorong Lansia di Aceh Besar Tetap Produktif

Aceh

Plt Kadisdik Aceh Laporkan Sejumlah Program Strategis kepada Gubernur Aceh Usai Takziah

Banda Aceh

Buka Apresiasi Bunda PAUD se-Kota Banda Aceh, Bunda PAUD Illiza Tekankan Lingkungan Aman dan Ramah Anak

Agama

Kadis Syariat Islam Aceh Hadiri Penyerahan Wakaf Al-Qur’an di Aceh Tamiang, Tekankan Pentingnya Nilai Agama dalam Masyarakat