BANDA ACEH — Penataan Kawasan Jalan Tgk. Chik Pante Kulu Tahap III bukan sekadar perbaikan fisik jalan, melainkan pembangunan ekosistem sosial-ekonomi yang menyeluruh bagi masyarakat dan para pedagang di kawasan tersebut. Demikian disampaikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Banda Aceh, Zubir, Rabu (7/10/2026).
“Penataan ini bukan hanya memperbaiki jalan, tetapi membangun ekosistem sosial-ekonomi pedagang dan masyarakat. Kawasan Tgk. Chik Pante Kulu akan bertransformasi menjadi ‘ruang tamu kota’ yang inklusif,” ujar Zubir.
Mengusung konsep pedestrian-oriented development, kawasan ini dirancang untuk menjadi kawasan yang ramah pejalan kaki. Jalur pedestrian diperlebar dan dilengkapi guiding block, area duduk, serta vegetasi peneduh. Sebagian kawasan akan diterapkan sebagai zona bebas kendaraan bermotor atau car-free zone, sehingga menciptakan ruang yang aman bagi anak-anak dan nyaman bagi pengunjung yang berbelanja.
“Dengan konsep car-free zone dan shared space, ekonomi warga akan tumbuh berdampingan dengan aktivitas religi dan interaksi sosial masyarakat. Ini sejalan dengan visi Pemko Banda Aceh untuk mewujudkan lingkungan perkotaan yang berkelanjutan,” jelasnya.
Selain fungsi ekonomi dan sosial, penataan ini juga memperkuat identitas budaya Aceh. Desain bangunan dan lanskap mengangkat karakter lokal, dilengkapi taman pusat, area duduk publik, serta struktur peneduh hijau yang ikonik. Pencahayaan yang dirancang memadai diharapkan dapat memperpanjang jam aktivitas ekonomi hingga malam hari.
Secara teknis, pembangunan mencakup penggunaan concrete stamp seluas 3.250 meter persegi dan pelapisan ulang aspal seluas 582 meter persegi — bukti keseriusan pemerintah menghadirkan kawasan yang modern, humanis, dan tetap mempertahankan ciri khas budaya lokal.
Diskominfotik juga siap mendukung kesuksesan kawasan ini melalui promosi, penyebaran informasi, hingga literasi digital bagi para pedagang. Harapannya, penataan ini tak hanya menjadi ikon baru kebanggaan warga Banda Aceh, tetapi juga destinasi wisata kota yang mampu mendongkrak perekonomian masyarakat setempat.(**)
Editor: Redaksi























