Home / Banda Aceh / News / Pemko Banda Aceh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:46 WIB

Penataan Tgk. Chik Pante Kulu: Hadirkan Ruang Tamu Kota yang Inklusif, Berkarakter Budaya, dan Dongkrak Ekonomi Warga

REDAKSI - Penulis Berita

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Banda Aceh, Zubir, Penataan Kawasan Jalan Tgk. Chik Pante Kulu Tahap III , Rabu (7/10/2026).

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Banda Aceh, Zubir, Penataan Kawasan Jalan Tgk. Chik Pante Kulu Tahap III , Rabu (7/10/2026).

BANDA ACEH — Penataan Kawasan Jalan Tgk. Chik Pante Kulu Tahap III bukan sekadar perbaikan fisik jalan, melainkan pembangunan ekosistem sosial-ekonomi yang menyeluruh bagi masyarakat dan para pedagang di kawasan tersebut. Demikian disampaikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Banda Aceh, Zubir, Rabu (7/10/2026).

“Penataan ini bukan hanya memperbaiki jalan, tetapi membangun ekosistem sosial-ekonomi pedagang dan masyarakat. Kawasan Tgk. Chik Pante Kulu akan bertransformasi menjadi ‘ruang tamu kota’ yang inklusif,” ujar Zubir.

Baca Juga :  Bertemu Menteri Amran, Bupati Aceh Besar Fokus Perkuat Sektor Pertanian

Mengusung konsep pedestrian-oriented development, kawasan ini dirancang untuk menjadi kawasan yang ramah pejalan kaki. Jalur pedestrian diperlebar dan dilengkapi guiding block, area duduk, serta vegetasi peneduh. Sebagian kawasan akan diterapkan sebagai zona bebas kendaraan bermotor atau car-free zone, sehingga menciptakan ruang yang aman bagi anak-anak dan nyaman bagi pengunjung yang berbelanja.

“Dengan konsep car-free zone dan shared space, ekonomi warga akan tumbuh berdampingan dengan aktivitas religi dan interaksi sosial masyarakat. Ini sejalan dengan visi Pemko Banda Aceh untuk mewujudkan lingkungan perkotaan yang berkelanjutan,” jelasnya.

Baca Juga :  PERSAGI Aceh Gelar Musda Perdana Asni, Kapus Darul Kamal Maya Sopa Terpilih Jadi Ketua

Selain fungsi ekonomi dan sosial, penataan ini juga memperkuat identitas budaya Aceh. Desain bangunan dan lanskap mengangkat karakter lokal, dilengkapi taman pusat, area duduk publik, serta struktur peneduh hijau yang ikonik. Pencahayaan yang dirancang memadai diharapkan dapat memperpanjang jam aktivitas ekonomi hingga malam hari.

Secara teknis, pembangunan mencakup penggunaan concrete stamp seluas 3.250 meter persegi dan pelapisan ulang aspal seluas 582 meter persegi — bukti keseriusan pemerintah menghadirkan kawasan yang modern, humanis, dan tetap mempertahankan ciri khas budaya lokal.

Baca Juga :  Komisi V DPRA Melaksanakan RDPU Raqan Penyelenggaraan Transmigrasi

Diskominfotik juga siap mendukung kesuksesan kawasan ini melalui promosi, penyebaran informasi, hingga literasi digital bagi para pedagang. Harapannya, penataan ini tak hanya menjadi ikon baru kebanggaan warga Banda Aceh, tetapi juga destinasi wisata kota yang mampu mendongkrak perekonomian masyarakat setempat.(**)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Banda Aceh

Fraksi PKS Dorong Pengawasan Insenstif dan Berdayakan Disabilitas

News

Pj Bupati Abdya Tinjau Proges Pembanguan Rumah Hafidz 30 Juz di Abdya

Nasional

Menuju Normal, Sudah Vaksinasi Lengkap tidak Perlu Antigen dan PCR

Banda Aceh

Polda Aceh Gelar Syukuran atas Penganugerahan Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti

Aceh

Setda Aceh M Nasir; Angkat M. Gade Jadi (Kabag) Protokol Biro Adpim Setda Aceh.

Banda Aceh

Farid Nyak Umar Dorong KWT Kuta Alam Jadi Penyuplai Kebutuhan MBG

Daerah

Pangdam IM Pimpin Sertijab 7 Pejabat Kodam IM

Daerah

Nelayan Hilang Saat Cari Udang, SPKKL TBK Bakamla RI Lakukan Pencarian