BANDA ACEH – Pemerintah Aceh melalui Dinas Syariat Islam terus mendorong transformasi digital dalam pengelolaan kemasjidan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Marzuki, S.Ag., M.H., secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis Sistem Informasi Masjid Aceh (BIMTEK SIMASA) Tahun 2026 di Aula Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh, Selasa (21/4/2026).
Dalam sambutannya, Marzuki menegaskan bahwa SIMASA merupakan langkah strategis untuk mendigitalisasi seluruh data masjid yang ada di provinsi tersebut. Pihaknya menargetkan seluruh data masjid dapat masuk ke dalam sistem secara tuntas tahun ini.
“SIMASA ini ikhtiar kita digitalisasi masjid. Data 6.791 masjid se-Aceh harus 100% masuk sistem tahun ini. Kalau datanya beres, pembinaan dan bantuannya juga tepat sasaran,” tegas Marzuki.
Kegiatan Bimtek ini diikuti oleh 46 operator yang berasal dari 23 kabupaten dan kota di Aceh. Selama dua hari pelaksanaan (21–22 April), para peserta dibekali materi teknis mulai dari cara input data profil masjid, pelaporan keuangan, hingga pencatatan kegiatan rutin masjid.
“Ini bukti masyarakat dan pengurus masjid memang butuh SIMASA. Data digital membuat tata kelola masjid menjadi lebih transparan dan akuntabel,” tambah Marzuki.
BIMTEK SIMASA 2026 ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola kemasjidan yang modern, tertib, dan transparan demi kemaslahatan umat.(**)
Editor: Redaksi





















